Wamendikbud : “Keterbatasan Tidak mengurangi kontribusi kepada bangsa”

0
475

Palembang, buanainformasi.com–Keterbatasan Tidak mengurangi kontribusi kepada bangsa hal ini diungkapkan oleh Wakil Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof Dr Ir Musliar Kasim M.si saat menghadiri acara Deklarasi Sumsel sebagai Provinsi penyelenggara Pendidikan Inklusif sekaligus Penandatanganan berita acara serah terima pengelolaan Sekolah Luar Biasa (SLB) dari Kabupaten/Kota, Selasa (26/11) di Griya Agung Palembang.

Komitmen serius yang ditunjukan pemerintah provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terhadap dunia pendidikan patut diapresiasi, kali ini pendidikan inklusif terus ditingkatkan, ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof Dr Ir Musliar Kasim M.si dan Gubernur Sumatera Selatan dalam hal ini diwakili oleh Wakil Gubernur Sumsel, H Ishak Mekki, Turut hadir dalam acara ini Direktur pendidikan khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar Dr. Mudjito Ak. M.si beserta Seluruh Bupati dan Walikota se Sumatera Selatan.

Acara yang mengangkat tema “Pendidikan inklusif ramah anak memberikan layanan pendidikan bermutu tanpa diskriminasi” dihadiri  Kepala SLB dan Kepala Sekolah Piloting se-Sumsel, serta Perwakilan Masyarakat Kota Palembang.

Gubernur Sumatera Selatan H. alex Noedin dalam sambutanya yang diwakili oleh Wakil Gubernur H. Ishak Mekki mengatakan, Pemerintah Prov. Sumsel program pendidikan merupakan salah satu sektor utama yang mendapat perhatian, sejak 2009 lalu Pemprov Sumsel telah menluncurkan program Sekolah gratis sebagai wujud dukungan dalam bidang pendidikan, selain sekolah gratis kualitas tenaga pengajar di Sumsel terus ditingkatakan, dengan memberikan beasisiwa S2 hingga S3 di sumsel serta program santri jadi dokter. “Dibangun sekolah yang menggeratiskan biaya sekolah bagi masyarakat yang tidak mampu dan berprestasi,” jelas Wagub Ishak Mekki.

Anak berkebutuhan khusus merupakan bagian terpnting dalam dunia pendidikan di Sumatera Selatan, Pemerintah Sumsel sendiri telah berkerja sama dengan Mercy Relief Singapore untuk meningkatkan kualitas guru SLB dalam menangani anak berkebutuhan khusus.

Kebutuhan akan tenaga pengajar SLB saat ini terus meningkat baik dalam kualitas maupun kuantitas,  sebanyak 46 guru sudah dikuliahkan di Universitas Pendidikan Indonesia di  Bandung. Untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar khususnya bagi anak yang berkebutuhan khusus.

Kedepannya, SLB dituntut berperan lebih besar dalam implementasinya yang dijadikan pusat sumber pendidikan inklusif terhadap pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler. “Jadi, nantinya SLB ini fungsinya lebih besar dalam menjalankan  pendidikan inklusif ini,” imbuhnya.

Untuk itu, Untuk guru SLB terutama yang berstatus Honorer/ Non PNS tahun depan Honornya dinaikkan 100 %. ”Dengan konsekwensi melaksanakn kewajiban dan ketentuan yang berlaku,” Imbuhnya.

Dalam laporanya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Drs. Widodo M.Pd mengatakan, Pendidikan Inklusif ini sudah dirintis di Sumsel sejak tahun 2009, Saat ini terdapat 86 Sekolah piloting tersebar diseluruh Sumatera Selatan. “Sejak tahun 2009 telah diadakan workshop, pelatihan, penyusunan program untuk program pendidikan inklusif ini,” Ujar Widodo. Harapannya, melalui pendidikan inklusif anak anak berkebutuhan khusus akan bergabung dengan anak normal. “sebagai bentuk pemertaaan akses dan mutu pendidikan”, ungkapnya.

Adapun tenaga pengajarnya adalah guru-guru yang telah ada saat ini dan didampingi oleh guru yang selama ini mengajar anak berkebutuhan khusus, Nantinya kepala  Kadis pendidikan ini juga berharap dukungan dari ibu ibu kades untuk mendata serta mendorong warganya yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk gabung disekolah. Pemerintah Provinsi Sumsel telah menganggarkan dana Rp 16 Milyar/tahun yang digunakan untuk membantu pengembangan, penyiapan program, fasilitasi dan lain sebagainya terlebih mengenai pendidikan Inklusif ini.

Berfoto bersama seusai acara pembukaan (foto, awal)
Berfoto bersama seusai acara pembukaan (foto, awal)

Wakil Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof Dr Ir Musliar Kasim M.si dalam sambutanya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Sumatera Selatan yang telah berkerja sama dengan baik dalam menjalankan pendidikan Inklusif. Dukungan dari Pemrintah Provinsi Sumsel dalam dunia pendidikan inklusif sudah dibuktikan dengan dipilih Sumsel sebagai Inclusive Award 2012 yang diberikan kepada Gubenrur H. Alex Noerdin.

“Sumatera Selatan seharusnya merupakan provinsi pertama yang mendeklarasikan pendidikan inklusif namun dikarnakan dalam kondisi Pilkada maka diundur,” Jelas Wamen.

Sedikit bercerita Wamen Pedidikan dan Kebudayaan RI mengatakaan dirinya selalu berbahagia dan terenyuh setiap menghadiri acara mengenai pendidikan inklusif ini. “Bayangkan orang yang memiliki keterbatasan saja mampu berkontribusi kepada bangsa, kenapa kita tidak bisa,” Ungkapnya.

Wamen berpesan agar nantinya warga masyarakat tidak perlu malu memiliki keluarga yang berkebutuhan khusus, ajakalah bergabung dalam kegiatan seperti biasanya. Dirinyapun berharap agar kegiatan seperti ini tidak hanya dijadikan acara ceremonial saja. “Namun kedepannya dapat direalisasikan dengan tindakan nyata dan memberikan manfaat positif kedepannya,” Tutup Wamen Musliar Kasim. (Sum/sumajaku.com/Bss)