Undang 4 Cagub, ICMI Gelar Seminar dan Penyampaian Rekomendasi Kepada Paslon Pilkada Lampung

0
282

Bandar Lampung, buanainformasi.com – Seminar dan Penyampaian Rekomendasi ICMI Orwil Lampung tentang Strategi Pembangunan Lampung untuk Kepemimpinan 2019-2024, resmi dibuka Wakil ketua Umum ICMI Pusat Prio Budi Santoso, di Gedung Pasca Sarjana UBL, Rabu (28/3).

Hadir dalam kegiatan itu para rektor Perguruan tinggi negeri dan swasta di Lampung, pengurus ICMI, Kepala BNN Brigjen Tagam Sinaga, Polda Lampung, Danrem 043 Gatam, ormas orpol, BEM se-Lampung, serta pasangan calon (Paslon) nomor urut 3 Arinal Djunaidi yang sudah hadir terlebih dulu disusul paslon nomor urut 1 Ridho Ficardo.

Acara seminar dan penyampaian rekomendasi tersebut dibuka langsung oleh Wakil Ketua Umum ICMI Pusat, Prio Budi Santosoi.

Ketua panitia pelaksana Khomsahrial Romli, mengatakan, dasarnya seminar ini untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, dan ICMI ingin memberikan kontribusi kepada pasangan calon dalam membangun Lampung periode 2019-2024 mendatang.

“Saya apresiasi kepada calon gubernur yang sudah hadir, calon nomor 2 (Herman HN) juga rencananya mau hadir,” kata dia.

 

Ketua ICMI Orwil Lampung M. Yusuf Barusman mengatakan kegiatan membahas tema Strategi Pembangunan Lampung untuk Kepemimpinan 2019-2024.

“Tema ini diambil dari hasil enam kali FGD (Forum Group Discussion) yang beberapa kali kami lakukan. Persoalannya terkait masalah di Lampung,” ujar Yusuf dalam sambutannya.

Adapun maksud dan tujuannya untuk meningkatkan partisipasi publik. Di alam demokrasi ada sisi positif, bahkan salah satu negara yang menggunakan populer vote.

“Kalau sistem demokrasi tidak diubah, jangan mimpi orang yang di luar Jawa akan terpilih. Untuk itu ICMI Lampung menyadari, rakyat juga tidak bisa di generalisir,” sebut Yusuf.

Ada pendapat Cendikiawan yang selama ini diam, kalau sejak pasca merdeka hanya segelintir Cendikiawan yang maju. Walau di kategorikan Cendikiawan tidak banyak, tapi suaranya tetap bisa menentukan.

Makanya ICMI Orwil Lampung ingin mengambil peran untuk memberikan kontribusi pemikiran dan data sesungguhnya pada masyarakat. “Jadi kepemimpinan yang muncul berbasis intelektual,” pungkas dia. (lipsus)