TP-PKK Pesibar Gelar Sosialisasi Cuci Tangan Pakai Sabun

0
803
TP-PKK Pesibar Gelar Sosialisasi Cuci Tangan Pakai Sabun
TP-PKK Pesibar Gelar Sosialisasi Cuci Tangan Pakai Sabun

Pesisir Barat, buanainformasi.com-Kebiasaan mencuci tangan dengan air saja, tidak cukup untuk melindungi seseorang dari kuman penyakit yang menempel . Mencuci tangan pakai sabun terbukti efektif dalam membunuh kuman.

Sosialisasi Cuci Tangan Memakai Sabun digelar Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Pesisir Barat di SDN Tanjung Setia, Pekon Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Rabu(7/9/2016).

Hadir dalam acara tersebut, Ketua TP-PKK Kabupaten Pesisir Barat(Pesibar) , Hj. Septi Istiqlal. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pesisir Barat, ibu Komara Helda Azhari. Camat Pesisir Selatan, Kepala Puskesmas Pesisir Selatan, Pengurus dan Ketua TP-PKK Kecamatan se-Pesisir Barat.Acara diselenggarakan sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui tangan, khususnya kepada anak-anak di Kabupaten Pesisir Barat.

 Pentingnya perilaku sehat cuci tangan pakai sabun(CTPS) untuk mencegah penyebaran penyakit-penyakit seperti diare, ispa, dan flu burung, sudah dipahami oleh masyarakat luas meskipun prakteknya masih belum banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.ujar Ketua TP-PKK Kabupaten Pesisir Barat, Hj. Septi Istiqlal Dalam sambutannya.

“Cuci tangan pakai sabun terbukti merupakan cara yang efektif untuk upaya kesehatan preventif. Dalam jangka pendek, upaya preventif cuci tangan pakai sabun dipandang paling strategis untuk mengurangi kerugian dampak sanitasi buruk, sementara solusi jangka menengah dan jangka panjang terus dilakukan. Untuk itu prilaku cuci tangan pakai sabun perlu digalakkan untuk menjadi gaya hidup sehari-hari masyarakat di pedesaan dan perkotaan. ” ujarnya.

Menurutnya, dalam mencuci tangan hanya dengan menggunakan air kurang efektif dalam mencegah dan mengurangi dampak dari bakteri dan kuman yang berasal dari tangan. Terutama kepada anak-anak generasi penerus yang harus dijaga dan dirawat dalam hal pendidikan, Kepribadian, dan Kesehatan.

“Saya berharap dengan diadakannya kegiatan sosialisasi ini nantinya masyarakat mulai mengubah prilaku sederhana dengan mencuci tangan memakai sabun setelah buang air besar, setelah menceki bayi/ anak, sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, dan setelah memegang unggas/ binatang. Dengan demikian, terlahirlah generasi dan masyarakat yang sehat jasmani maupun rohaninya,” tutupnya.(Nova)