Tito Karnavian heran pidatonya pada tahun 2017 baru viral sekarang

0
278

Jakarta, buanainformasi.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut potongan video pidatonya soal ormas pendiri negara yang viral terjadi pada 2017. Ia mengaku heran kenapa video itu baru viral sekarang.

“Saya sendiri tahu tentang video itu justru saat sedang tidak di Jakarta, di luar kota. Kemudian saya melihat ini kapan waktunya. Saya tanya staf saya, karena saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan itu baru-baru ini. Setelah dicek staf saya, ternyata itu adalah tanggal 8 Februari 2017 setahun yang lalu ketika acara di pesantren di tempatnya KH Maaruf Amin,” kata Tito di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (31/1). Sumber : detik.com.

“Itu adalah acara yang sudah setahun yang lalu. Justru yang jadi pertanyaan sebetulnya menurut saya kok bisa muncul sekarang dan dipotong begitu?” sambungnya.

Menurut Tito, pidatonya tersebut berdurasi sekitar 24 menit. Ia menyebut pemotongan video tersebut menjadi 2 menit membuat ada yang salah paham isi dari pidatonya.

“Itu sebetulnya kata sambutan saya cukup panjang, sekitar 24 menit. Tapi dipotong 2 menit dan 2 menit itu mungkin ada bahasa-bahasa yang kalau hanya dicerna 2 menit itu mungkin membuat beberapa pihak kurang nyaman,” ujarnya. Tito pun meluruskan soal konteks pidatonya saat itu. Ia menyatakan tidak pernah berniat untuk tidak membangun hubungan yang baik dengan seluruh ormas islam.

“Sedikit pun tidak ada niat dari saya sebagai Kapolri termasuk institusi Polri untuk tidak membangun hubungan dengan organisasi islam di luar NU dan Muhammadiyah. Polri sangat berkepentingan untuk membangun hubungan baik dengan ormas manapun sepanjang satu visi. Artinya menegakkan NKRI dan Pancasila,” ujarnya.

“Jajaran kepolisian lainnya di polda polres saya akan perintahkan juga untuk membangun hubungan yang sama ke bawah, dengan ormas-ormas islam yang ada,” tuturnya.

Sebelumnya, pidato Tito ramai dibagikan di media sosial. Dalam video tersebut, Tito memerintahkan jajarannya untuk bersinergi dengan dua organisasi islam di Indonesia, yaitu NU dan Muhammadiyah. Alasannya, organisasi itu adalah pendiri negara.