Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian Korban Longsor Pangalengan

0
367

Buanainformasi.com – Personel gabungan terdiri dari TNI-Polri, BPBD, relawan dibantu masyarakat kembali melanjutkan evakuasi korban longsor di Kampung Cibitung RW 15 Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu, 6 Mei 2015.

Komandan Korem 062/Tarumanegara Kolonel Czi Diding Sutisna mengatakan sebanyak 225 personil gabungan telah menggelar apel pengarahan untuk melanjutkan proses pencarian dan evakuasi korban longsor Pangalengan.

“Alat berat juga sudah kita siapkan, dua loader dan satu ekskavator,” kata Kol Czi Diding Sutisna saat diwawancarai tvOne.

Proses pencarian lanjut Diding, akan difokuskan untuk mencari korban yang belum ditemukan di lima titik. Menurut informasi, ada sekitar tujuh korban yang diduga tertimbun material tanah. Tiga orang diduga saat kejadian berada persis di lokasi utama tanah longsor.

Sedangkan sejumlah korban lainnya ada yang berada di sekitar pemancingan dan ada warga yang sedang mencari rumput.

“Semakin cepat lebih baik. Ketebalan tanahnya cukup tebal, untuk tiga orang tadi tertimbun cukup dalam hampir sekitar empat meter. Tanah ini kan rentan, tanah gembur bukan batuan, kami juga mengantisipasi kalau ada longsor susulan,” paparnya.

Sementara itu, terkait longsor yang mengakibatkan pipa gas geothermal bocor, Diding mengaku telah mendapat penjelasan dari staf Star Energy, pemilik pipa yang bocor, yang menyatakan bahwa di dalam pipa tersebut sebenarnya bukan gas, tapi uap untuk menghasilkan energi listrik.

“Jadi bukan racun, sejauh ini itu informasi yang kita terima. Jadi tidak ada bau disini,” ujar Diding.

Hingga Rabu pagi, 6 Mei 2015, sudah empat korban tewas berhasil ditemukan. Keempat korban tewas itu bernama Iran (55) Dating (60), Pardi (70) dan Naela (1,5).

Sedangkan untuk korban luka sebanyak sembilan orang. Satu orang mengalami luka berat bernama Rukman dirawat di Rumah Sakit Al Iksan, sedangkan delapan orang luka ringan sudah dibawa pulang ke rumah atau kerabatnya.

“Diperkirakan sembilan orang masih tertimbun longsor,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan persnya pagi ini.

Sementara itu, sebanyak 123 orang masih mengungsi di balai desa dan di rumah saudaranya karena takut adanya longsor susulan. Kerugian material lain adalah 8 rumah tertimbun longsor dan jaringan pipa gas putus. (sumber : Viva.co.id)