Tiga Kecamatan di Mesuji Kembangkan Tanaman Lada Perdu

0
313

Mesuji, buanainformasi.com – Dahulu kala, lada pernah menjadi salah satu komoditas unggulan di Lampung. Tanah Bumi Ruwa Jurai dikenal sebagai penghasil lada hitam. Tak heran jika Lampung punya julukan Tanah Lado.

Pemerintah Kabupaten Mesuji terus berupaya mengembangkan berbagai potensi di bidang pertanian dan perkebunan. Salah satu yang dikembangkan adalah tanaman lada.

Bahkan warga Mesuji telah mengembangkan tanaman lada di perkebunan milik mereka sendiri. Seperti ditemui di Desa Fajar Asri, Kecamatan Panca Jaya; Dusun Umbul Ben, Desa Wiralaga II, Kecamatan Mesuji; dan Desa Margo Jaya, Kecamatan Mesuji Timur.

Tiga wilayah itu tengah mencoba mengembangkan tanaman lada dengan pembinaan dari dinas terkait dan pemerintah kecamatan setempat.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Pemkab Mesuji Dahuri mengatakan, tidak mustahil jika ke depan tanah di Mesuji dapat menjadi penghasil lada.

 

“Sudah ada warga Desa Fajar Asri, Kecamatan Panca Jaya serta beberapa orang petani lainnya di Umbul Ben, Desa Wiralaga II, Kecamatan Mesuji, dan Desa Margo Jaya Kecamatan Mesuji Timur saat ini tengah mencoba menanam lada,” kata Dahuri, Rabu, (7/3).

Dahuri menjelaskan lada dapat tumbuh baik di Mesuji, yang penting tidak terendam air. Dengan kondisi yang ada, menanam lada perdu menurutnya lebih mudah perawatannya dibanding lada jalar karena tidak perlu lanjaran dan memanjat ketika memanennya.

Dengan kondisi yang ada, lanjut Dahuri, menanam lada perdu lebih mudah perawatannya ketimbang lada jalar.

“Karena tidak perlu lanjaran dan memanjat ketika memanennya,” tuturnya.

Lanjutnya, lada perdu maupun jalar pada dasarnya sama, yang membedakan adalah cara pembibitannya. Jika lada jalar yang dijadikan bibit adalah sulur batangnya. Sedangkan lada perdu yang dijadikan bibit adalah sulur buahnya.

“Lada dulu sempat menjadi komoditas unggulan di Provinsi Lampung. Tapi, bukan mustahil jika kelak Mesuji dapat berkontribusi sebagai daerah penghasil lada,” tandasnya. (lipsus)