Tarif Listrik Naik, Menperin: Industri Jangan Dipersulit

0
349

menteri-perindustrian-kunjungi-pabrik-produsen-serat-ban_325_183Buanainformasi.com – Tarif dasar listrik (TDL) industri pada Mei 2015 merangkak naik. Menteri Perindustrian Saleh Husin meminta, agar kenaikan TDL tidak membebani industri.

“Jangan sampai industri yang situasinya tidak bagus, justru dipersulit dengan kenaikan harga (TDL),” kata Saleh, di sela-sela ‘Seminar Pembiayaan Investasi di Bidang Industri’ di Menara Bidakara, Jakarta, Selasa 5 Mei 2015.

Dia mengatakan bahwa pihaknya ingin daya saing industri meningkat. Cara yang bisa ditempuh adalah memberikan harga yang kompetitif, misalnya, tarif listrik bagi industri.

“Ini yang harus dipikirkan. Tentunya, kami harus memberikan ruang bagi pelaku industri, agar tidak terbebani,” kata Saleh.

Dikutip dalam situs PLN, perusahaan pelat merah ini menaikkan tarif listrik non subsidi.

Ada beberapa golongan listrik yang tidak mengalami kenaikan tarif dan ada yang mengalami kenaikan harga. Berikut ini adalah daftar tarif dasar listrik yang berlaku Mei 2015.

1. Golongan R-1 daya 1.300 VA tarifnya tetap Rp1.352 per kWh.

2. Golongan R-1 daya 2.200 tarifnya tetap Rp1.352 per kWh

3. Golongan R-2 daya 3.500-5.500 VA, tarifnya naik dari Rp1.465,89 per kWh menjadi Rp1.514,81 per kWh.

4. Golongan R-3 daya 6.600 ke atas, tarifnya naik menjadi Rp1.514,81 per kWh.

5. Golongan B-2 daya 6.600 VA-200 kVA, tarifnya naik dari Rp1.055,47 per kWh menjadi Rp1.108,7 per kWh

6. Golongan B-3 daya 200 kVA ke atas, tarifnya naik dari Rp1.105,47 menjadi Rp1.108,47 per kWh.

7. Golongan I-3 daya 200 kVA ke atas, tarifnya naik jadi Rp1.108,7 per kWh.

8. Golongan I-4 daya 30 ribu kVA ke atas, tarifnya naik jadi Rp1.063 per kWh.

9. Golongan P-1 daya 6.600 VA-200 kVA naik jadi Rp1.514,81 per kWh

10. Golongan P-2 daya di atas 200 kVA, di mana tarifnya naik jadi Rp1.108,7 per kWh.

11. Golongan P-3 tarifnya tetap Rp1.514,81 per kWh. (sumber : Viva.co.id)