Tanpa Tanda-tanda, Longsor Timbun Kampung Cimerak

0
611

korban-longsor-ditemukan_663_382Buanainformasi.com – Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan, BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo, mengungkap situasi sebelum terjadi bencana longsor di Kampung Cimerak, Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu 28 Maret 2015 pukul 22.30 WIB. Menurutnya, kejadian begitu cepat dan tiba-tiba.

“Warga kurang siap karena tidak ada tanda-tanda longsor di sekitar tebing di jalan tersebut,” kata Usman dalam perbincangan dengan tvOne, Senin 30 Maret 2015.

Tak dapat dihindari, korban pun berjatuhan. Hingga kini, berdasarkan data terakhir dari Badan Nasional Penangulangan Bencana, Minggu, 29 Maret 2015, pukul 17.32 WIB, jumlah korban sebanyak 12 jiwa meninggal dunia dan semua korban yang tertimbun longsor sudah ditemukan.

“Jenazah korban atas nama Deni sudah ditemukan. Tetapi belum bisa diangkat. Sedangkan 11 lainnya sudah ditemukan dan diserahkan ke keluarga,” imbuh dia.

Selain melakukan pencarian terhadap korban, Usman mengatakan bahwa tim SAR atau evakuasi gabungan juga mengungsikan warga dari lokasi bencana. Tujuannya untuk mencegah kemungkinan terjadi longsor susulan.

“Sekitar 293 warga kita ungsikan ke lokasi pengungsian,” ujar dia.

Pada operasi Minggu kemarin, tim evakuasi terdiri dari 250 orang, dibantu alat berat. Hari ini mereka lanjutkan lagi dengan anggota 150-200 orang untuk menyisir material di sekitar lokasi.

“Jangan sampai material yang ada, turun lagi ke warga,” tuturnya.

Sementara itu, kendala yang mereka hadapi pada saat evakuasi adalah pembuangan material longsor. Lokasi longsor adalah tebing, yang di bawahnya masih ada pemukiman penduduk.

“Untuk material kami menggunakan alat berat, sedangkan untuk evakuasi korban kami secara manual,” ucap Usman. (sumber : Viva.co.id)