Sutiyoso Bersiap Memimpin Agen Rahasia

0
494

Buanaisutiyoso-dan-pkpi_663_382nformasi.com – Presiden Joko Widodo menunjuk mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso sebagai calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Marciano Norman. Nama calon orang nomor satu di BIN itu  diserahkan Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat pada Selasa, 9 Juni 2015.

Nama Sutiyoso hampir tak pernah disebut sebagai kandidat pemimpin lembaga mata-mata negara itu. Soalnya  sedari awal Jokowi menjabat Presiden, ada tiga nama calon yang populer diberitakan media massa, yaitu Letnan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin (mantan Wakil Menteri Pertahanan), Jenderal (Purn) Fachrul Razi (mantan Wakil Panglima TNI), dan Asad Said Ali (mantan Wakil Kepala BIN).

Belakangan bahkan terdengar sayup-sayup nama Marsekal Madya (Purn) Ian Santoso Perdanakusuma masuk juga dalam daftar nominasi. Ada alasan pembenar kalau Ian disebut kandidat kuat, karena dia pernah menjabat Kepala Badan Intelijen Strategis TNI. Ian adalah putra pahlawan nasional Abdul Halim Perdanakusuma, petinggi Angkatan Udara yang dikenal dekat dengan Sukarno.

Tetapi Presiden malah memilih Sutiyoso. Dia pensiunan militer Angkatan Darat. Pangkat terakhirnya letnan jenderal dan menjabat Panglima Komando Daerah Militer Jakarta Raya pada 1996-1997. Dia pernah juga menjabat Wakil Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada 1992-1993.

Orang luar

Sutiyoso alias Bang Yos tidak memiliki pengalaman khusus dalam pekerjaan BIN. Tetapi dia mengaku cukup menguasai dunia mata-mata atau reserse. “Karena intelijen itu kebetulan habitat saya dulu.” Pengetahuan dan pengalaman pengintaian itu didapat saat dia menjabat wakil Komandan Jenderal Kopassus.

Dia berterus terang tak paham betul pekerjaan BIN karena memang tak pernah berkarier di lembaga itu. Idealnya memang paling sedikit harus pernah menduduki jabatan tertentu di BIN. Dia mengumpamakan seorang tentara pastilah memahami organisasi TNI. Begitu pula, misalnya, calon Kepala Polri yang memang harus polisi aktif.

“Saya memang orang luar dari lembaga itu. Saya di luar, belum tahu BIN seperti apa,” kata Sutiyoso dalam perbincangan dengan tvOne pada Rabu, 10 Juni 2015.

Bang Yos mengatakan siap saja saat diminta Presiden menjadi calon kepala BIN. Lagi pula pengalaman dalam bidang intelijen saat menjabat Wakil Komandan Jenderal Kopassus, sedikit atau banyak dapat menjadi bekal untuk memimpin BIN, meski memang tak mudah-mudah amat.

“Secara umum, tugas intelijen tugas yang rumit. Di sinilah kita mainkan otak, pengetahuan, indera kita,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo tak menjelaskan secara spesifik alasan penunjukan Sutiyoso sebagai calon Kepala BIN. Kepala Negara cuma menjelaskan bahwa penunjukan Sutiyoso itu setelah melalui beberapa pertimbangan, di antaranya, kompetensi.

Sutiyoso, kata Presiden, berpengalaman dan memiliki kompetensi yang cukup untuk memimpin badan intelijen. Alasan paling pokok adalah Sutiyoso memiliki rekam jejak mumpuni. “Terutama di dunia intelijen dan militer,” katanya di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 10 Juni 2015. (Sumber : Viva.co.id)