Survei: Transaksi Online Makin Meningkat di Indonesia

0
596

ilustrasi-alamat-domain-internet_663_382Buanainformasi.com – Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia mengaku kecewa dengan pertumbuhan pengguna internet yang tidak sesuai harapan. Namun begitu, di sisi lain, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap internet diperkirakan terus tumbuh.

Hal ini terlihat dalam data yang dipaparkan APJII. Dalam data itu disebutkan jika layanan jual beli onlne ini semakin menarik perhatian masyarakat. Pertumbuhannya pun dianggap cukup signifikan.

“Jual beli online mengalami pertumbuhan pengguna sebesar 11 persen. Naik lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 5 persen. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap transaksi online semakin baik,” ujar Ketua Umum APJII, Semuel Pangerapan, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 26 Maret 2015.

Menurut Sammy, pertumbuhan e-commerce di pasar internet Indonesia dipicu oleh maraknya promosi yang dilakukan, termasuk iklan yang jor-joran di televisi. Sayangnya, di balik pertumbuhan itu, papar Sammy, berita online dan email tidak lagi diminati. Padahal tahun-tahun sebelumnya, kedua platform itu cukup menjadi favorit.

Dari data itu juga diketahui jika pengguna internet di Indonesia kebanyakan berusia 18-25 tahun, yang jumlahnya mencapai 49 persen. Mereka disebut APJII sebagai generasi millenial atau digital natives, yakni mereka yang lahir setelah tahun 1980.

Dikatakan APJII, media sosial masih menjadi favorit di Indonesia. Sekitar 87 persen pengguna internet memilih aplikasi atau konten jejaring sosial di ponselnya. Aplikasi lainnya adalah mesin pencarian (searching) dengan 68,7 persen. Instant Messaging mencapai 59,9 persen, aplikasi berita online sebanyak 59,7 persen, sedangkan aplikasi download atau upload video mencapai 27,3 persen dari total pengguna internet.

“Ponsel semakin jauh meninggalkan komputer PC. Sebanyak 85 persen pengguna internet beraktivitas di dunia maya dengan ponsel. Hanya 32 persen yang memakai laptop, 13 persen memakai tablet, dan sekitar 14 persen saja yang memakai PC,” papar Sammy.

Yang menarik, kata Sammy, para pengguna internet saat ini kebanyakan adalah wanita dengan prosentasi 51 persen, selebihnya adalah pria.

APJII melakukan survei ini bersama dengan Pusat Kajian Komunikasi Universitas Indonesia (Puskakom UI) dengan melibatkan survei terhadap 2.000 pengguna internet di 42 kota, baik urban maupun rural. Mereka berharap hasil survei ini bisa membantu berbagai pihak untuk mendapatkan petunjuk dalam upaya mengembangkan pasar berbasis internet.

Sebelumnya APJII juga menyatakan jika pengguna internet di Indonesia pada 2014 lalu hanya sekitar 88,1 juta. Penetrasi ini hanya 34,9 persen, masih jauh dari target Millenium Development Goals (MDG) yang seharusnya mencapai 50 persen di 2015 ini. (sumber : Viva.co.id)