Sukur, 80 Tahun Mengharapkan Perhatian Pemerintah

0
769

Tulang Bawang Barat, buanainformasi.com-Sukur (80) Kakek Jompo warga desa Karta Raharja, Rt. 007 Rw. 026, Kecamatan Tulang Bawang udik, Kabupaten Tulang Barat, Provinsi Lampung, sudah tiga tahun tidak dapat berkerja karena beberapa penyakit yang dideritanya. Saat ini ia tidak mampu berbuat seperti kebanyakan orang lain. Aktivitasnya hanya duduk dan berbaring ditempat tidur bahkan untuk makan sehari-harinya ia mengandalkan anak-anaknya yang juga masuk dalam kondisi ekonomi miskin.

Kondisi Sukur Kakek Jompo ini, kian hari makin memperihatinkan kerena tidak dapat berobat terkendala tidak adanya uang untuk berobat. Sampai saat ini program berobat gratis yang digulirkan pemerintah belum menyentuh dirinya, selain itu batuan sosial pun tidak pernah ada, sebagaimana yang diutarakan oleh Sukur, saat diwawancarai pihak media di rumah milik  anaknya. Menurut Sukur, ia menderita Sakit-sakitan sudah puluhan tahun  tanpa ada upaya pengobatan.

‘’Saya sudah puluhan tahun Sakit-sakitan, tiga tahun belakangan ini sakit yang saya derita sangat parah, bila waktu kumat sakit yang saya rasakan dari punggung naik kekepala, akibatnya pusing pengelihatan saya berkunang-kunang.”tutur sukur.

Tambah Sukur, dirinya berharap kepada pemerintah daerah, untuk bisa membantunya berobat dan bantuan sosial, untuk meringankan kebutuhan hidupnya sehari-hari, “Saya mohon  perhatian pemerintah daerah sekiranya dapat membantu saya untuk berobat, dan bantauan sosial.”ungkap Sukur.

Ditempat yang sama, Sakudah anak  perempuan  Sukur mengatakan, bahwa bapaknya tidak pernah mendapat bantuan pengobatan dari pemerintah daerah khususnya dari Dinas Kesehatan dan batuan dari Dinas Sosial, “sudah puluhan tahun bapak menderita Sakit-sakitan Tiga tahun belakangan ini kondisinya semakin parah, tetapi belum pernah pihak dinas kesehatan turun untuk memberi bantuan”, ujar Sakodah.

Ditambahkan  Sakudah, ia sangat berharap agar pihak pemerintah segera turun tangan untuk membantu pengobatan bapaknya. Kerena biaya pengobatan lumayan tinggi dan dirinya merasa tak mampu untuk itu, imbuh Wanita yang berprofesi sebagai buruh serabutan ini. (Basri subur)