SPBU Beringin Raya Kemiling Diduga Berbuat Curang

0
328

Bandar Lampung, buanainformasi.com – Pertamina sudah lama meluncurkan slogan Pasti Pas, dan slogan itu diwujudkan dengan logo jempol yang stickernya menempel di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), namun tidak buat SPBU 24-351-87 Beringin Raya Kemiling Bandar Lampung ditengarai melakukan kecurangan.

Masyarakat diharapkan untuk berhati-hati saat mengisi BBM di SPBU tersebut. Seperti yang dialami Pemilik mobil BE 1071 AX Fery (43) Warga Perum wana asri Kelurahan Beringin Raya Kecamatan Kemiling yang hanya berjarak 700 meter dari SPBU tersebut merasa dicurangi saat mengisi BBM jenis Pertalite, karena mobil yang dikendaraainya dalam posisi panel satu strip, diperkirakan jika diisi full tank hanya Rp. 276.000, namun setelah diisi dan panel indikator menunjukkan setengah, Jurnalis Radio itu harus membayar Rp.235.000. Sedangkan menurut perkiraannya kalo wajar paling tidak hanya Rp.150.000.

“Tadi pas saya mau ngisi, posisi panel satu strip, tapi setelah pengisian selesai panel hanya menunjukkan separo dari Full tank, tapi saya harus membayar 235 ribu Mas” terangnya, Minggu (18/2/2018).

Melihat kejanggalan tersebut Fery kemudian meminta print struk pembayaran kepada operator dispenser SPBU, namun saat dimintai tanda bukti print operator mengatakan bahwa print sedang rusak.

“Gak bisa, mesinnya lagi rusak” ujar Fery menirukan operator dispenser.

 

Bahkan, lanjutnya ada dua orang yang diduga security berupaya menghalangi upayanya untuk meminta struk.

“Ada dua orang, mungkin security Mas, menghalangi saya, saat saya sedang berdebat dengan operatornya” tegas Fery sembari berujar untuk menghindari hal yang tidak diinginkan bergegas naik ke mobil demi keselamatan kedua orang anaknya dan istrinya yang sedang hamil.

Lebih lanjut Bapak dari dua anak ini menjelaskan logikanya saja jika kapasitas tangki mobil hanya 40 liter pada panel bbm posisi 8 strip. Sedangkan saat diisi posisi 4 strip artinya dalam keadaan setengah tanki. Jadi jika dihitung 20 liter saja dengan harga pertalite 7.600/liter maka hanya Rp. 150.000 namun harus membayar Rp. 235.000, dengan asumsi pengisian Full Tank.

“Kalau setengah tangki, saya paling hanya membayar 150 ribu, tapi saya liat di indikator Dispensernya 235 ribu” pungkasnya.(*)