Sopir Angkot Bongkar Lapak PKL Diterminal

0
495

Buanainformasi.cosopir bongkar lapakm – Puluhan supir angkutan kota (Angkot) membongkar paksa kotak kayu, triplek, dan meja yang diduga akan dijadikan lapak pedagang kaki lima (PKL) di terminal Kota Metro, Sabtu (1/8), Aksi tersebut menyusul kekesalan supir angkot yang mendapati lahan yang biasa digunakan sebagai tempat ngetem(mangkal) disesaki kayu oleh PKL.

Pengakuan Sodri supir angkot jurusan Metro – Sekampung, sekitar pukul 05.00 WIB para supir dikejutkan dengan puluhan kotak kayu yang diletakkan PKL di lahan yang kerap dipakai sebagai tempat ngetem angkot. Para supir mengambil langkah untuk membongkar dan menumpuk barang-barang itu setelah tidak ada yang mengakui kepemilikannya.

“Sudah kita cari siapa yang punya, tetapi ditanya tidak ada yang mengaku, makanya kita bongkar dan kita tumpuk di situ. Terminal ini kan sudah sempit kaya gini, jangan ditambah lagi. Apalagi dibangunnya di tempat yang jadi tempat kita ngetem. Kita juga kan mau cari makan. Coba lihat sendiri, mobil nggak ada yang bisa jalan gitu,” ungkap Sodri kesal.

Kesempatan yang sama, Matparisi (71) PKL sayuran yang telah 30 tahun berjualan di Pasar Kopindo mengakui ingin berjualan di terminal. Itu dilakukan lantaran kebingungan akibat tidak mendapatkan tempat berjualan pasca penutupan Pasar Kopindo.

“Sekitar jam 19.00 WIB kita taruh barang-barang ini di sini (terminal, red). Tidak ada yang menyuruh, kami kebingungan mau dagang dimana, itu alasan kami pilih terminal,” akunya.

Ia mengaku, bersama puluhan rekan sesama PKL, yang juga tidak mendapatkan tempat mangkal di lokasi pasar berinisiatif ingin berjualan di terminal. Keinginan tersebut lantaran melihat PKL lain diperbolehkan berjualan di terminal kota.

“Yang lain boleh dagang di sini, kenapa saya tidak boleh. Karena kepepet, akhirnya kami taruh meja, kotak, sama triplek di sini. Soalnya Pasar Kopindo itu ditutupnya sore, jadi kami kebingungan mau cari tempat lain. Kami ini sudah lama berjualan di Pasar Kopindo, sudah 30 tahun, bukan pedagang baru,” keluhnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar) Metro, Purwanto yang ditemui di tempat kejadian menginstruksikan kepada kepala pengamanan pasar untuk melakukan pendataan terhadap PKL yang tidak mendapatkan tempat.

Ia pun meminta kepada para supir untuk sementara membiarkan barang-barang PKL yang telah dibongkar berada diteminal sampai ditemukan tempat yang baru.

“Akan kita inventarisir siapa saja PKL yang tidak dapat tempat. Biarkan barang yang sudah dibongkar di sini dulu, toh sudah tidak mengganggu aktivitas angkot. Jadi saya minta semuanya melanjutkan pekerjaanya lagi. Senin kami akan rapat membahas persoalan ini,” tukasnya.(Sumber : detiklampung.com)