Solusi petani ditengah kemarau

0
591

Lampung Selatan, buana informasi.com-Kemarau yang tengah melanda Indonesia, tidak serta merta membuat para petani di kecamatan, Bakauheni Ketapang dan Sragi Kabupaten Lampung selatan Provinsi Lampung, menyerah. Para petani  mengalih fungsikan lahan sawah menjadi tanaman Holtikultura. Meski mereka harus mengeluarkan biaya hingga jutaan rupiah dalam sekali panen untuk menyedot air, namun hal ini tanaman holtikultura dianggap dapat memberikan keuntungan ketimbang menananm padi. (19/09/2015)

Kemarau panjang yang tengah melanda Lampung membuat ribuan hektar tanaman padi milik petani mengalami kekringan dan mengakibatkan gagal tanam, para petani di Kecamatan Ketapang, Bakauheni, dan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, tak hanya pasrah dengan kondisi tersebut. Mereka saat ini sudah mulai mengalih fungsikan lahan pertanian padi menjadi pertanian Holtikultura, sebab dianggap lebih menguntungkan dan tidak terlalu memerlukan air yang cukup banyak.

Para petani ini, kini mulai menanam melon, cabai, semangka, dan beberapa tanaman lainya. mereka secara berkelompok meracik tanah kering untuk dapat ditananamidengan cara menggunkan polibek dan pot.

Menurut para petani, dimusim kemarau, tanaman holtikulturan akan lebih mengutungkan ketimbang padi. Meskipun biaya produksi cukup tinggi, namun petani memperkirakan masih dapat menuai keuntungan. Hal ini terbukti beberapa petani yang telah menanam melon mampu memperoleh keuntungan hingga 45 juta lebih, dengan modal maksimal 15 juta.Ungkap Komar. Petani Holtikultura.

Sementara, utuk mendapatkan air, petani memanfaatkan subur bor yang sudah tidak mengaliri areal persawahan. meski harus mengeluarkan uang sebesar 60 ribu per tiga hari untuk biaya penyedotan air namun petani sangat optimis bahwa tanaman holtikulturan dapat memberikan keuntungan, Tutru Sauri, Kades  (Basri)