Setelah Pringsewu, Kini Giliran Way Kanan Akan Deklarasikan ODF 100% Bebas BABS

0
264

Way Kanan, BITV – Kabupaten Way Kanan nampaknya akan menyusul Kabupaten Pringsewu sebagai Kabupaten ODF 100% bebas buang air besar sembarangan (BABS) di Provinsi Lampung, hal ini nampak dilaksanakannya verifikasi oleh Tim Dinas Kesehatan Provinsi Lampung pada hari Kamis (31/1/2019), untuk memastikan 100% kampung yang ada di Kabupaten Way Kanan telah stop buang air besar sembarangan (BABS).

Keberhasilan Kabupaten Way Kanan untuk mengusulkan sertifikasi ODF 100% tentunya patut diacungi jempol, karena diketahui bukan perkara mudah untuk mengajak masyarakat berPerilaku Hidup Bersih dan Sehat, apalagi perubahan itu sampai  skala Kabupaten.

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Way Kanan Anang Risgiyanto, menjelaskan bahwa kemandirian masyarakat yang dicapai Kabupatennya saat ini merupakan hasil kerjasama banyak pihak selain dari upaya mendorong kemandirian dari masyarakat itu sendiri.

“Masyarakat merupakan kunci dari keberhasilan kita saat ini, sehingga kita memberanikan diri melaksanakan verifikasi ODF Tingkat Kabupaten,”terang Anang.

Dijelaskannya juga Peran Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Way Kanan Adipati Surya, sangat intens mendukung upaya percepatan Kabupaten ODF.

“ Komitmen Bupati dengan target 100% kampung bebas buang air besar sembarangan (BABS) menjadi semangat semua stakeholder yang ada di Kabupaten Way Kanan bahu membahu mensukseskannya,”papar Anang Risgiyanto lebih lanjut

Dalam sebuah kesempatan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan ini menjelaskan bahwa strategi yang diadopnya untuk merubah prilaku masyarakat agar hidup secara saniter dan hygienis, dirinya menerapkan roll model dimana tiga faktor determinan dari perubahan perilaku berupaya diterapkannya baik factor predisposisi,enabling serta reinforcing.

“Kita padukan tiga hal ini, sehingga harapannya perubahan perilaku ini menjadi sebuah habit  bagi kita semua,”jelasnya

Dirinya berharap di tahun 2019 ini Deklarasi ODF Kabupaten Way Kanan dapat terselesaikan sehingga  dapat meningkat pada pilar selanjutnya dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. (*)