Sejumlah Titik Kelurahan di Metro Dikepung Banjir

0
292

Metro, buanainformasi.com – Hujan deras, pukul 23.25 WIB, Kamis 22 Februari 2018 hingga pukul 03.34 WIB, Jumat 23 Februari 2018, air di sejumlah titik anak sungai perkotaan dan dan drainase hingga saluran got pusat Kota, meluap. Tidak hanya menggenangi badan jalan, halaman rumah warga pun tergenang, ketinggian air mencapai selutut orang dewasa.

Sejumlah titik yang banjir akibat luapan air anak sungai areal persawahan Kelurahan Yosomulyo dan Yosodadi, tepatnya sekitar RM.Bengkel perut. Air mengenangi badan jalan hingga beberapa areal sawah.

Lalu, dititik Jalan Imam Bonjol, Jalan AR. Prawiranegara, Jalan Pala Raya, tergenang air. Selain itu sejumlah pelataran pemukiman warga tak luput dari genangan air.

Di titik Kelurahan Iringmulyo Metro Timur, Kelurahan Hadimulyo Barat dan Hadimulyo Timur Kecamatan Metro Pusat, sudah menjadi langganan banjir.

Cepat tanggap Pemerintah Kota Metro memang harus ada. Bukan sekedar konsep atau rencana belaka, yang isinya hanya sebatas seremonial tinjau dan tinjau.

Salah satu warga Kelurahan Hadimulyo Barat, Tari mengungkapkan, di daerah ini sudah langganan banjir, akibat luapan dari saluran drainase sekitar pemukiman warga. Kondisi ini pernah pemerintah bersama pihak dewan turun meninaju, namun sejak tahun 2016 hingga 2018 ini belum ada tindakan pasti, minimal melakukan pengurukan lumpur drainase atau merehab drainasenya.

Di katakan juga oleh Daud, warga Yosomulyo, beberapa hari ini hujan intensitasnya cukup tinggi, air dari anak sungai meluap, selain merendam jalan, sebagian areal sawah juga terendam. Informasi juga didengar, di Karang rejo, Hadimulyo timur kondisinya sama, terndam banjir.

 

“Kondisi anak sungai, pernah direhap pada sekitar tahun 2013/2014, sampai sekarang ini, kondisi nya dinding sungai sudah banyak yang ambrol dan pecah, tidak pernah sama sekali ada perbaikan,”katanya.

Di lanjutkannya, tak menutup kemungkinan, banjir di 5 Kecamatan se – Kota Metro, khususnya di wilayah rendah dan berdekatan dengan anak sungai perkotaan, drainase, terjadi. Hal itu, disebabkan pendangkalan sungai, drainase.

“Pemerintah itu kan ada anggaran khusus pengairan kota, tentu ada untuk pemeliharaan berkalanya tang selama ini tak pernah terlaksana. Jadi harapannya, pemerintah saat ini, jangan sebatas celoteh belaka, yang ujungnya hanya jadi rencana dan rencana,” ungkapnya.(*)