Satu Orang Tewas dan Puluhan Rumah Rusak Parah Akibat Tersambar Petir dan Terjangan Puting Beliung di Negara Batin

0
300

Way Kanan, buanainformasi.com – Puluhan rumah rusak parah dan satu tewas akibat tersambar petir yang diiringi dengan puting beliung di Kampung Gedung Jaya Kecamatan, Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, sekitar pukul 17.40 Wib, Senin (2/4). Korban tewas tersambar petir adalah Warsono (45), warga setempat.

Tidak sampai disitu saja, akibat hujan dan petir yang terjadi sore itu, rumah korban Warsono juga porak poranda disambar petir dan puting beliung.

Hingga tadi malam, jenazah korban masih disemayamkan di rumah tetangganya, karena bukan hanya merenggut nyawa si pemilik rumah, bahkan rumah korban rusak parah akibat terkena sambaran petir dan angin puting beliung.

 

Selain itu, puluhan rumah di kampung setempat juga mengalami rusak parah akibat angin puting beliung. Sebagian besar rumah mengalami kerusakan di bagian atap.

Menurut Ketut Namayasa Kepala Kampung Gedung Jaya, selain menelan korban jiwa, tercatat ada 10 rumah warganya yang rusak parah dan 40 rumah lainnya terdampak dari angin pitung beliung.

“Kami masih terus melakukan pendataan lanjutan, berapa kerugian akibat angin puting beliung ini,” terang Ketut, tadi malam.

Di tempat terpisah, Intan Dian Sari (26) warga Kampung Gedung Jaya tetangga korban menungkapkan, bahwa Warsono ditemukan tewas dikebunnya, setelah pihak keluarga almarhum curiga sudah hampir magrib Warsono belum pulang juga.

“Betul pak, tadi sore Pak Warsono di temukan tewas diladangnya. Penemuan mayat berawal dari keluarganya yang merasa curiga karena sudah hampir magrib dia belum juga pulang. Akhirnya mereka menyusul ke kebun, dan korban ditemukan sudah meninggal dengan sekujur tubuh gosong,” ungkap Dian.

Sementara itu, Wakil Bupati Way Kanan Hi. Edward Antony, menyampaikan belasungkawa dan duka yang mendalam atas musibah alam yang terjadi di wilayah Kecamatan Negara Batin tersebut. Wabup Edward juga telah memerintahkan agar camat dan aparat kampung setempat segera mendata kerugian yang dialami warga.(*)