Sari Kelapa Oplosan Kimia Beredar di Bekasi dan Bogor

0
497

nata-de-coco-atau-sari-kelapa_663_382Buanainformasi.com – Warga di kota penyangga ibu kota Jakarta diharap kewaspadaannya, karena ternyata produk sari kelapa alias nata de coco berbahan baku pupuk ZA dari Yogyakarta juga dipasarkan di Bekasi dan Bogor.

Kapolres Sleman, AKBP Faried Zulkarnen mengatakan, sedikitnya 700 kilogram nata de coco berbahan kimia berbahaya dikirimkan ke Bekasi dan Bogor melalui dua jaringan minimarket ternama di Indonesia.

“Dari pengakuan DAP pemilik pabrik, dia bisa memproduksi 700 kilogram nata de coco setiap harinya. Nata de coco itu kemudian dikirim ke tiga perusahaan di Bogor dan Bekasi,” kata Kapolres Sleman, AKBP Faried Zulkarnaen saat dihubungi VIVA.co.id, Rabu 1 April 2015.

Selanjutnya, ketiga perusahaan mengemas nata de coco atau sari kelapa dengan merek sesuai pesanan. “Diberi merek swalayan dan toko berjejaring. Soal ini masih akan kami kembangkan lagi,” kata Faried.

Biasanya, jumlah yang dikirim oleh DAP setiap pekan atau dua pekan sekali.

Menurut Faried, berdasarkan penuturan DAP, sari kelapa atau nata de coco dibuat dengan mencampur 100 liter sari kelapa, 300 gram pupuk ZA, dan 500 gram gula lalu direbus.

“Setelah adonan jadi dimasukkan ke dalam loyang dan dijemur sampai kering dan mengental. Adonan yang di dalam loyang itu lah yang dikirim ke Bekasi dan Bogor,” kata Faried.

Faried mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengam BPOM yang akan melakukan penelitian mengenai kandungan yang ada di dalam nata de coco.

“Kalau terbukti bahan tersebut mengandung pupuk ZA yang tidak layak dikonsumsi, dia akan terjerat UU Pangan ancaman hukuman 2-5 tahun dengan denda Rp10 miliar,” ujarnya.

Polres Sleman membongkar pabrik pembuat bahan sari kelapa atau yang dikenal dengan nata de coco yang dioplos dengan pupuk ZA atau pupuk urea di bekas SDN Semarang 3, Sidomulyo, Godean, Sleman, Selasa 31 Maret 2015. (sumber : Viva.co.id)