Ribuan Masyarakat Antusias Dalam Peresmian Underpass Unila

0
236

Bandar Lampung, BITV – Peresmian underpass simpang Universitas Lampung (Unila) mendapat antusias masyarakat. Ribuan masyarakat tampat memenuhi pelataran Museum Lampung yang menjadi lokasi acara peresmian underpass Unila, Kamis (17/1/2019) pagi.

Masyarakat yang berkumpul didominasi ibu-ibu. Banyak ibu-ibu mengenakan baju putih dengan jilbab merah. Masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan peresmian. Sekda Kota Bandar Lampung bersama jajaran tampak menghadiri peresmian.

Arus lalu lintas tampak padat merayap. Jalan juga masih bisa dilalui pengendara dari arah Rajabasa-Tanjungkarang atau sebaliknya. Salah seorang petugas Banpol PP Kota Bandar Lampung mengatakan, kemungkinan jalan akan ditutup saat acara telah dimulai.

“Mungkin nanti pas acara mulai baru ditutup,” ujar dia.

Underpass simpang Universitas Lampung (Unila) pagi ini, Kamis (17/1/2019) dijadwalkan akan diresmikan oleh Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN. Selama proses peresmian, sejumlah ruas jalan akan ditutup.

“Beberapa ruas jalan akan ditutup sementara,” ujar Kasatlantas Polresta Bandar Lampung, Kompol Syouzarnanda Mega, Rabu (16/1/2019).

Nanda, sapaan akrab Syouzarnanda Mega mengatakan, pihaknya telah membuat rute pengalihan lalu lintas. Akses jalan seputar underpass Unila akan ditutup sementara waktu saat proses peresmian.

“Peresmian direncanakan pagi hari,” ujar Nanda.

Rute yang telah disiapkan sebagai pengganti ialah Jalan Labuhan Ratu menuju Jalan Soekarno Hatta. Jika menuju ke Tanjungkarang, bisa melalui Jalan Pramuka menuju Kemiling.

“Nggak ada hal khusus, kemungkinan penutupan sekitar dua jam,” ujar Nanda.

Pihaknya juga akan menempatkan 30 anggota Satlantas Polresta Bandar Lampung. Sejumlah anggota tersebut akan ditempatkan di beberapa titik untuk menjaga pengalihan arus saat peresmian underpass Unila.

“Ini agar tidak ada penumpukan kendaraan,” ujar dia.

Nanda juga mengimbau masyarakat untuk menghindari area underpass Unila selama proses peresmian. Hal ini dilakukan agar tidak ada penumpukan kendaraan.

“Bisa lewat rute lain,” ujar Nanda. (*)