Rekrut Anggota, Sindikat Begal Manfaatkan Keluguan Anak-anak

0
618

kasatreskrim-polresta-depok-agus-salim_663_382Buanainformasi.com – Setelah komplotan begal satu persatu mulai dibuat tak berdaya, kini polisi dibuat pusing dengan kemuculan para pebal dari kalangan remaja yang ironisnya masih berstatus pelajar.

Lalu apa motif dibalik para bandit ingusan ini? Benarkah semata-mata karena rupiah? Berikut penelusuran VIVA.co.id.

Modus kelompok ini tak beda dengan para pelaku begal lainnya, namun mereka hanya bermain di satu kota yang merupakan tempat tinggalnya sendiri, sehingga tak heran jika mereka juga disebut dengan istilah pemain lokal.

Beberapa dari mereka beralasan, nekat menjadi pelaku lantaran butuh uang jajan tambahan. Namun belakangan, ada pula yang nekat jadi begal karena dendam lantaran pernah jadi korban begal.

Nah untuk kelompok seperti ini masih kami dalami. Apakah mereka ini ada yang menggerakan atau tidak. Yang jelas akan terus kami kembangkan,” kata Kasat Reksrim Polresta Depok, Komisaris Polisi Agus Salim.

Kecurigaan polisi bukan tanpa alasan, sebab bisa ini adalah siasat para bandit jalanan untuk memanfaatkan keluguan dan kepolosan para bocah.

“Kami khawatir ini dijadikan trik, karena memang anak-anak memiliki Undang-Undang khusus, yakni Undang-undang Perlindungan Anak. Atau bisa juga karena jika anak-anak tidak akan berbuat nekat. Dan banyak hal lainnya, yang sampai saat ini masih kami telusuri. Yang jelas, anak-anak masih gampang dipengaruhi,” terang Agus.

Polresta Depok sudah mengamankan tiga kelompok pelaku begal yang melibatkan para pelajar di dalam aksinya. Salah satu kelompok itu ialah, Darill Fadhil (18), Imam Syafii (17) dan Akbar Dwi Putra (18), ketiganya tercatat sebagai pelajar dan tinggal di wilayah Sukmajaya.  REP (15) dan AR (17). Mereka dibekuk usai mengerjai Kartumi, wanita pedagang sayur di kawasan Krukut, Limo Februari lalu.

Selang beberapa minggu kemudian, polisi juga meringkus dua pelajar lainnya yang juga terlibat aksi serupa. Mereka masing-masing berinisial ERP (17) dan IS (16). Keduanya dibekuk lantaran membawa kabur motor salah seorang warga di Sukmajaya.

Dan, kasus yang paling baru serta dan tak kalah menyesakan dada ialah aksi dua bocah ingusan yang membegal tukang ojek. Kedua bandit bertubuh mungil, masing-masing berinisial AWP (13) dan ARS (13) tertangkap usai nekat membegal Suheri, pria paruh baya usia 54 tahun yang berprofesi sebagai tukang ojek.

Modusnya, kedua pelaku menyewa ojek Suheri yang mangkal di Pangkalan ojek Wates, Sawangan Depok.Pelaku yang masih mengenakan seragam sekolah minta diantar ke Cinangka menggunakan sepeda motor Mio Soul bernomor polisi B 6842 WJV milik korbannya, Kamis sore.

Namun ketika sampai di Jalan Abdul Wahab, kedua pelaku meminta untuk belok ke kanan dan sesampainya depan Cluster Scotland Perumahan Telaga Golf, dua bandit ingusan ini minta berhenti. Ketika korbannya meminta bayaran, mereka malah menodongkan senjata tajam jenis pisau.

“Salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dan satu pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis brass knuckle sambil merampas kunci motor dan meminta korban menyerahkan sepeda motornya,” kata petugas satpam Perumahan Telaga Golf, Doni Romdoni, di lokasi kejadian.

Doni melanjutkan, namun korbannya tidak mau menyerah begitu saja. Alhasil, pelaku dan korban pun sempat bergulat. Meski bertubuh kecil, tapi kedua pelaku menggunakan senjatam. Inilah yang membuat korbannya lari tunggang langgang minta tolong.  Teriakan korban ini terdengar security telaga golf.

“Kedua pelaku yang masih di sekitar lokasi berhasil diamankan. Beberapa saat setelah diamankan, masa mulai berdatangan untuk menghakimi. Malah, ada yang teriak bakar aja bakar. Wah ngerilah pokoknya. Untung polisi cepat datang,” ucap Andreas.

Korbannya, kata Andreas, tak sanggup meladeni kenekatan dua bandit ingusan ini. “Mungkin sudah kecapean, terus pelaku juga kan bawa alat. Nah pas kita mau tangkap alat itu sempat dibuang. Tapi pisaunya ada di saku celana,” tambah Andreas.

Belakangan diketahui, kedua bocah bau kencur ini ternyata nekat menjadi begal karena dendam. Keduanya, mengaku pernah jadi korban begal pada bulan Oktober lalu. Guna penyelidikan lebih lanjut, kasus itu kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Unit PPA) Polresta Depok. (sumber : Viva.co.id)