Ratusan Petani Keluhkan Harga Jagung Anjlok

0
943

Lampung Utara, buanainformasi.com- Ratusan Petani jagung di Desa Cabang empat Kecamatan Abung Selatan dan Petani jagung di Desa Tamanjaya Kecamatan Kotabumi Selatan keluhkan harga bibit jagung unggulan yang susah di dapat dan harga pupuk Ponskha yang cukup tinggi , tak hanya itu para petani pun  keluhkan harga penjualan jagung anjlok menjelang panen, Kamis (19/11/2015).

Salah satu nya ialah Tumin (55) warga Desa Cabang empat, ia adalah salah seorang warga yang menanam jagung di atas areal seluas dua hektare, ia menceritakan bahwa harga bibit jagun Hibrida jenis PIONER yang ia tanam harga satu sak isi 5 kg adalah RP, 365,000- bibit tersebut ia beli di kios tani di desanya, karena menurut tumin bibit jagung hibrida jenis pioner yang biasa mereka tanam tidak tersedia di KUD Trimodadi Kecamatan Abung Selatan.

Tumin mengatakan bahwa untuk menghadapi musim penanaman tahun ini harga pupuk jenis PONSKHA dan UREA yang biasa mereka pakai harganya sangat tidak seimbang dengan harga nilai jual jagung saat panen, karena mengingat tahun- tahun kemarin menjelang panen harga nilai jual jagung anjlok hanya Rp, 1600, – Rp 1800,/ Kg-nya,kata dia

Lanjut Tumin, tentunya nilai harga jual jagung pakan tersebut sangat tidak berimbang dengan modal penanaman yang di keluarkan para petani, Tumin menerangkan bahwa saat musim tanam tahun ini ia membeli pupuk jenis PONSKHA Rp, 150,000,/ sak yang isinya 50kg, sedangkan untuk harga pupuk jenis UREA ia membeli di kios tani seharga Rp, 95000,/sak isi 50kg, tuturnya

Tumin dan para petani lainnya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dan kepada Pemerintah Provinsi Lampung melalui instansi terkait, agar dapat mempertimbangkan dan mensetabilkan harga jagung saat panen datang, karna jika tidak para petani hanyalah mendapatkan lelah,selain itu sejauh ini belum pernah ada penyuluhan dan binaan dari Badan penyuluhan pertanian Kabupaten Lampung Utara terkait dengan susahnya para petani membeli bibit dan pasokan pupuk serta menurunnya harga jual jagung saat panen tiba,pungkas Tumin.

Di tempat yang sama ibu Sukaimi (30) buruh petani jagung yang sedang bekerja menanam jagung bersama Tumin. Dirinya beserta para petani lain berharap kepada pemerintah Kabupaten Lampung Utara dan Pemerintah Provinsi Lampung melaluai instansi terkait agar dapat memonitor harga jagung di waktu panen supaya harga jual jagun para petani dapat setabil, mengingat harga jual jagung tidak sesuai dengan kebutuhan pokok yang  semuanya serba MAHAL.

“Mana modal untuk nanam jagung semuanya ngutang mas eh giliran panen harga jagung anjlok, murah.” ungkap para ibu petani

Di tempat berbeda hal senada di sampaikan Wagiman (50) warga Desa Trimodadi Kecamatan Abung Selatan , dirinya juga menyampaikan bahwa bibit jagung pioner yang ia tanam bukanlah bibit jagung bantuan dari pemerintah,tuturnya.

Lanjut Wagiman, ia membenarkan bahwa harga jagung anjlok ketika panen tiba yang biasanya 2500-3000 rupiah perkilo sekarang hanyalah 1700-1800 rupiah perkilo,jelasnya.

Wagiman berharap kepada pemerintah Kabupaten Lampung Utara dan Pemerintah Provinsi Lampung agar     dapat meninjau dan memperatikan harga jagung di saat panen tiba supaya harga jual jagung para petani dapat setabil maximal Rp 2500,- sampai dengan harga Rp 3000,- perkilogramnya, mengingat harga bibit dan harga pupuk yang biasa di pakai para petani cukup mahal, tutup Wagiman.(Siswanto)