RA. Anita Noeringhati Ketua DPRD Prov Sumsel Kunker Ke Pemasok Migor PT.TBL Banyuasin

0
83

Palembang, Penacakrawala.com – Kunjungan Kerja Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Ibu Hj. R.A. Anita Noeringhati, SH., MH., ke PT. Tunas Baru Lampung di KM. 14 Kabupaten Banyuasin, dalam Rangka Monitoring terhadap Ketersediaan dan Distribusi Pasokan Minyak Goreng terkait dengan Kelangkaan Minyak Goreng di Sumatera Selatan.

Kunjungan tersebut diterima langsung Pimpinan Pabrik, Bapak Majid, Manager Umum, Bapak Sigit Subyakto, dan Kepala HRD, Bapak Imam Zuhdi, di Ruang Rapat PT. Tunas Baru Lampung Banyuasin. Selasa (08/03/2022)

Kelangkaan minyak goreng (Migor) yang terjadi di Sumsel menjadi perhatian serius ketua DPRD Sumsel, Hj RA Anita Noeringhati SH MH. Untuk itu, perempuan pertama yang menjabat sebagai ketua DPRD Sumsel ini turun langsung memastikan ketersedian dan distribusi Migor tersebut.

“Kami sengaja ke perusahaan perusahaan yang memproduksi minyak, selama ini tidak ada masalah dengan distribusi, minyak tumpuk-tumpuk asal mau beli. Sekarang malah sulit, apa masalahnya,” kata RA Anita saat pertemuan.

Politisi Golkar ini menegaskan, migor sangat dibutuhkan masyarakat. Untuk itu, sebagai wakil rakyat ia berusaha menjembatani agar kelangkaan ini segera teratasi.

“Jika ada regulasi yang perlu disampaikan kita tindaklanjuti, termasuk soal keamanan jika khawatir saat distribusi. Jangan kita buat sulit masyarakat, kita carikan solusinya,” tambahnya.

Sementara itu Pimpinan Pabrik TBL, Majid mengakui permintaan memang meningkat dalam beberapa waktu terakhir seiring dengan animo masyarakat. Dalam sebulan kebutuham oleh perusahaan pemasaran mencapai 300 ton per bulan.

“Stok kita saat ini ada 180 ribu liter lagi, pabrik ini hanya sebatas produksi sedangkan pemasaran oleh PT Sungai Budi,” ungkapnya

Sebelumnya Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Ahmad Rizali memprediksi, kelangkaan minyak goreng ini diperkirakan masih akan terjadi hingga Maret karena terjadi kekurangan produksi. “Dari kebutuhan sebanyak 15 juta ton per bulan di Sumsel, sementara ini baru terpenuhi 10 juta ton,” tandasnya. (Adv)