PUNGLI PTSL Way Kanan di Sinyalir Terjadi di Beberapa Desa

0
522

Way Kanan, buanainformasi.com – Beberapa Kepala Kampung di Kabupaten Way Kanan di duga kuat melakukan pungli pasca Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap(PTSL) Sertifikat 2017-2018.

Hal ini diungkapkan oleh koordinator Lembaga Independen Pemantau Anggaran Negara(LIPAN), M.Gunadi, kepada buanainformasi.com tentang dugaan pungli yang di muat beberapa media cetak dan online.

“dugaan praktek pungli terlihat jelas pada pelaksanaan PTSL di Kabupaten Way Kanan, Namun sampai saat ini oknum kepala kampung dan aparaturnya serta panitia yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap masyarakat, belum ada yang di panggil dan mendapat sanksi tegas terkait dugaan pungli PTSL tersebut. Hal ini menunjuk kan betapa lemahnya pengawasan pemerintah dalam pelaksanaan program PTSL serta penegakan aturan hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku,” Ujar Gunadi.

 

Sementara itu, sesuai dengan SKB kementerian dan Perbup no.60 tahun 2017 tentang Ketetapan pemohon PTSL, sudah diatur besaran anggaran yg bisa dibebankan terhadap pemohon/masyarakat sebesar Rp.200.000. Kenyataan yang terdengar,terlihat,pungutan yang di minta oleh penitia PTSL bervariasi dari nilai Rp.800.000.-, Rp.1.000.000.-, Rp 1.250.000 ada juga yang mencapai Rp 1.500.000.

“Dari penelusuran kami dugaan pungli PTSL ternyata bukan hanya terjadi di kampung Negeri Ujan Mas, Kecamatan Gunung Labuhan saja, namun terjadi juga di Kampung Kemu, Kecamatan Banjit dan Kampung Karang Lantang, Kecamatan Kasui, pungutan ketiga desa tersebut juga bervariasi dari Rp.600.000.-, Rp.800.000-, Rp.1.000.000. sungguh sangat miris,” ujar gunadi.

Sementara itu, sampai berita ini di terbitkan, buanainformasi.com belum dapat mengkonfirmasi BPN Way Kanan serta instansi terkait lainnya. (lipsus)