Prostitusi Artis Menjerat Pejabat

0
635

mucikari-artis-aa-ditangkap-terkait-prostitusi-kelas-kakap_663_382Buanainformasi.com – Jumat malam 8 Mei 2015 menjadi puncak dari terkuaknya berbagai kasus jaringan penjaja seks sesaat.

Pengungkapan jaringan prostitusi ini membelalakkan mata masyarakat Jakarta dan Indonesia pada umumnya.

Bukan hanya karena wanita sang penjaja cinta dalam jaringan mucikari RA itu adalah seorang wanita cantik publik figur, tapi juga karena nilai fantastis yang ditawarkan untuk satu kali berhubungan badan.

Sebagai negara yang dikenal dengan sopan santun dan budi pekerti yang luhur, tentu saja kasus ini sangat memukul nurani bangsa.

Prostitusi Indonesia

Praktik prostitusi alias praktik menjajakan tubuh mulai merajalela di Indonesia sejak bangsa ini mulai mengenal uang sebagai alat tukar dan tolak ukur dari status sosial ekonomi seseorang.

Prostitusi hadir di Indonesia dalam berbagai tingkatan, mulai dari kelas bawah hingga kelas atas atau yang biasa disebut dengan protitusi kelas kakap.

Pelakunya pun beragam, dari mulai wanita desa, gadis metropolitan hingga kalangan selebriti.

Praktik ini bukan hadir begitu saja di bumi nusantara, tapi karena ada faktor pemicunya.

Berkaca dari serangkaian kasus prostitusi yang berhasil diungkap jajaran Kepolisian Daerah Metro Jaya dalam dua bulan terakhir ini terlihat jelas, faktor ekonomi adalah biang masalah dari penyakit masyarakat ini.

Pola Bisnis Birahi Terkini

Dari beberapa kasus praktik prostitusi yang telah diungkap Polda Metro Jaya terungkap bahwa, prostitusi di ibu kota Jakarta tak lagi mengandalkan median jalan sebagai arena mempromosikan kemolekan tubuh.

Tapi, dewasa ini, prostitusi telah berada di bawah kendali para mucikari alias germo.

Seperti dalam kasus prostitusi terselubung yang dijalankan seorang mucikari di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Peran mucikari sangat menentukan apakah seorang wanita penjaja cinta yang dipekerjakan akan bisa mendapatkan pelanggan atau tidak.

Masih cukup kuat teringat diingatan kita, bagaimana enam gadis di bawah umur sengaja disekap di salah satu kamar di apartemen mewah itu hanya untuk disiapkan sebagai teman kencan pria pencari kepuasan.

Para gadis yang disebut dengan julukan angel itu, hanya diminta untuk mempersiapkan diri melayani para tamu.

Sedangkan sang mucikari yang hingga saat ini masih buron bertugas mencari pelanggan dengan cara membuka jaringan prostitusi melalui situs bernama domain www.semprot.com. Dalam situs tersebut, mucikari bertugas sebagai admin dari sebuah forum yang dibuat dengan menawarkan langsung gadis koleksinya untuk melayani seks sesaat.

“Tersangka membuat suatu thread di website itu, terus ada pilihan bispak atau bisyar, terus kalau kita klik salah satunya ada pilihan Ki Kumis dan kalau kita klik terdapat gambar-gambar wanita yang ditawarkan dan harganya serta pin BB dan nomor HP untuk dihubungi,”kata Kasubdit Remaja Anak dan Wanita kriminal umum Polda Metro Jaya, AKBP Didik Hayamansyah.

Setelah mendapatkan pelanggan, mucikari langsung melakukan transaksi sebelum pelanggan itu mendapatkan service seks sesaat.

Hal yang sama juga terjadi dalam kasus mucikari RA yang ditangkap polisi bersama seorang artis AA di hotel berbintang lima di Jakarta Selatan.

Lagi-lagi peran mucikari menentukan apakah seorang wanita penjaja cinta mampu menjerat hati para pria hidung belang berkantong tebal mampir sesaat di pelukan mereka.

Namun bedanya, mucikari RA tidak mempromosikan para wanita koleksinya di media online. RA mengandalkan kepopuleran wanita koleksinya untuk menyeret pria kaya dalam bisnis syahwatnya.

RA hanya menawarkan 200 wanita koleksinya kepada pria-pria yang mampu membayar transaksi secara tunai.

“Semua transaksi harus dibayar cash sebelum masuk kamar,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Wahyu Hadiningrat dalam gelar perkara Mapolres, Sabtu 9 Mei 2015 lalu.

Tarif Seks Ratusan Juta

Kasus prostitusi Apartemen Kalibata City dan prostitusi mucikari RA bagai dua alam yang berbeda.

Bagaimana tidak, meski berkecimpung dalam bisnis yang sama. Namun, nilai uang yang diraup oleh jaringan mucikari RA sangat lebih besar dari yang didapatkan mucikari prostitusi Apartemen Kalibata City.

“Untuk setiap transaksi, mucikari RA memasang tarif Rp80 juta hingga Rp200 juta,” kata Kapolres Jakarta Selatan.

Sedangkan, prostitusi apartemen hanya mampu menghasilkan uang tunai sebesar Rp600 ribu sampai Rp800 ribu dalam satu kali kencan.

Prostitusi yang dijalankan mucikari RA, tidak bisa dipandang sebelah mata, karena, dengan jaringan prostitusi yang telah dirintisnya itu, ia bahkan bisa mempromosikan wanita koleksinya untuk kencan di negara lain.

“Dari pengakuan RA, ia pernah melayani pesanan wanita untuk kencan di Boston di Amerika, Kuala Lumpur, Thailand dan negara lainnya,” ujar Kombes Pol Wahyu Hadinngrat.

Artis, Pejabat dan Pengusaha

Pelaku penjaja seks bukan hanya dari kalangan wanita miskin yang ingin mendapatkan uang untuk bisa membeli sesuap nasi saja.

Lebih jauh dari, kini para artis pun mulai berkecimpung di bisnis haram itu. Salah satunya adalah artis berinisial AA yang ditangkap bersama mucikari RA.

Begitu juga dengan para pria pelanggannya, kini tak lagi didominasi sopir truk ataupun pekerja kasar.

Mereka yang berdasi dan memiliki harta melimpah seperti pejabat dan pengusaha kaya menjadi pelanggan rutin penjaja cinta.

Kebanyakan pelanggan dari RA adalah orang yang berduit, seperti orang luar negeri atau ekspatriat dan banyak juga konglomerat lokal berduit yang menyewa perempuan koleksi RA,” ujar Kasat Reskrim Polres Jaksel, AKBP Audie Latuheru, Minggu, 10 Mei 2015.

Fakta para pejabat menjadi pelanggan prostitusi di kalangan artis, diungkapkan mucikari RA. “Pokoknya dari kalangan menengah ke atas,” kata RA di Mapolres Jakarta Selatan.

Atas keterlibatan pejabat ini, Polri berjanji akan mengungkapnya. “Siapapun yang terlibat pasti akan kami dalami,” kataKabareskrim Mabes Polri Komjen Polisi Budi Waseso. (sumber : Viva.co.id)