Produksi Ikan Air Tawar di BBI Lambar Terancam

0
417

Lampung Barat, buanainformasi.com – Dampak meluapnya Sungai (Way) Besai hingga merendam kolam budi daya, Sabtu (26/11) lalu, membuat ribuan benih ikan yang berada di Balai Benih Ikan (BBI) di Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat, terbawa arus sungai.

Tidak hanya itu, ribuan induk ikan yang menjadi andalan pihak pembudidaya benih ikan nila dan ikan mas juga ikut hilang. Padahal, induk ikan itu masih dalam usia produktif dan masih mampu menghasilkan bibit berkualitas. Atas musibah itu, kerugian ditaksir mencapai 360an juta rupiah.

Bagi para pembudidaya ikan nila dan ikan mas di Lampung Barat, terhentinya produksi ikan di BBI tentu menjadi satu ancaman. Sebab, BBI Sumberjaya selama ini menjadi salah satu andalan dalam memenuhi kebutuhan benih. Selain harga yang relatif murah, benih yang dihasilkan cocok terhadap iklim di Lampung Barat.

Kabid Bina Produksi Relegius Hilman, mendampingi Kepala Dinas Perikanan Lampung Barat Nata Djudin Amran mengatakan untuk bisa kembali beroperasi tentunya harus ada indukan baru. Mengingat, yang ada selama ini hilang terbawa arus sungai. Dengan begitu bisa dipastikan untuk 2016, produksi benih ikan dari BBI Sumberjaya tidak ada.

Bahkan, untuk 2017 mendatang, kemungkinan produksi benih dimulai sekitar Juli. Sehingga, produksi Januari hingga Juni bisa dipastikan nol.

”Kalau kita mendapatkan bantuan benih dari provinsi maka bisa jadi produksi benih di BBI kembali berjalan pertengahan tahun depan. Dan untuk usulan kepada provinsi segera kita kirimkan. Dan, kita harapkan itu bisa direalisasikan, sehingga BBI yang selama ini menjadi andalan sebagian besar pembudidaya ikan bisa kembali memproduksi benih,” kata Relegius.

Agar pembudidaya ikan air tawar, khususnya ikan nila dan ikan mas bisa tetap menjalankan usahanya tanpa kendala benih, pihaknya memberikan solusi. Di mana, pembudidaya bisa membeli benih kepada Unit Pembenihan Rakyat (UPR) binaan Pemkab Lampung Barat. Terlebih UPR-UPR yang ada sudah mampui menghasilkan benih yang cukup banyak.

“Jadi, masih ada solusi. Pembudidaya ikan bisa membeli benih kepada pemilik UPR yang selama ini kita berikan bantuan  untuk bisa mengembangkan usahanya. Harapan kami dengan adanya musibah yang terjadi tidak sampai mengganggu produksi ikan di Lampung Barat.” (Romi Erlan)