Pria Asal Lampung Raih Wisudawan Terbaik Fakultas Peternakan IPB

0
364

Jawa Barat, buanainformasi.com – Ikhsan Suhendro, sukses mendapatkan predikat sebagai wisudawan terbaik di Institut Pertanian Bogor (IPB). Mahasiswa asli Lampung ini tergolong bibit unggul.

Ikhsan yang juga bekerja sebagai marbot Masjid Al Hurriyyah Kampus IPB, mampu menunaikan kewajiban kuliahnya dengan sangat baik.

Dalam upacara wisuda tahap VI Program Sarjana, Profesi Dokter Hewan, dan Pascasarjana tahun akademik 2017/2018 di Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga Bogor, Rabu (21/3), Ikhsan dinobatkan sebagai lulusan terbaik Fakultas Peternakan IPB.

Dia menuturkan, kampusnya adalah ‘Kampus Rakyat’ bagi pemuda daerah yang tidak cukup biaya untuk berkuliah. Menurutnya, mahasiswa punya tiga pilihan, yaitu akademik, organisasi, dan istirahat.

“Tapi dari tiga pilihan itu kita hanya bisa memilih dua. Yang dua akan kita dapatkan dengan baik, tetapi yang satu tentu harus dikorbankan. No problem, no pain, no gain, karena istirahat sesungguhnya adalah ketika sudah mati,” ujarnya.

Untuk memenuhi hasratnya berorganisasi, putra Lampung kelahiran 12 Desember 1994 ini mengatakan, memilih mendaftar sebagai marbut Masjid Al Hurriyyah di Kampus IPB Dramaga. Alasannya, selain menjadi wadah pengembangan bakat dan pengembangan amanah, Ikhsan mendapatkan mess atau asrama gratis.

“Tanpa pikir panjang langsung mendaftar. Singkat cerita akhirnya lolos dan diterima menjadi marbot Masjid Al Hurriyyah, Alhamdulillah. Hal yang menjadi pembeda dari menjadi marbut di maskam (masjid kampus) IPB dibanding maskam lain adalah kepengurusan kelembagaan masjid dan tim pembersih yang sudah ada orangnya dan sudah tersusun rapih, sehingga tugas kami sebagai marbot adalah menjadi panitia di hari besar agama Islam, pemakmur masjid, pengelola kajian rutin, dan pengembangan bakat diri,” tuturnya.

 

Saat menjadi marbot, rutinitas sehari-hari Ikhsan salat tahajud sebelum salat subuh, dilanjutkan syuro (musyawarah), lalu mengikuti kajian rutin di aula Masjid Al Hurriyyah sebelum berangkat kuliah.

“Manfaat lainnya adalah salat berjamaah saya terjaga dan ikatan ukhuwah (persaudaraan) yang kuat hingga sekarang,” katanya.

Dia menyebut, selama ini selalu memegang nasihat salah satu ustaznya. Baginya, sebagai aktivis dakwah harus berprestasi, agar dakwah didengar. Jika belajar adalah ibadah, maka berprestasi adalah dakwah.

“Ternyata pola hidup juga memengaruhi daya tangkap saat di kelas, misalnya saja ternyata tidur pagi dan sore itu dapat menghilangkan hafalan dan belajar di malam hari sebelum tidur ternyata mampu menguatkan hafalan dan daya analisa. Yang terpenting, kerahkan 100 persen saat di kelas, selalu memperhatikan dosen dan siapkan pertanyaan bila kurang jelas,” jelasnya.

Selama masa perkuliahan, Ikhsan menjadi bagian dari marbut Masjid Al Hurriyyah 2014-2017. Dan aktif di berbagai bidang keorganisasian kampus di antaranya Birena 2013-2017 hingga menjadi Ketua Hubungan Luar dan Multimedia pada 2016, Divisi Kewirausahaan Himaproter 2015, Ketua Reporter Majalah Emulsi 2015-2016 dan Ketua Kajian Strategis dan Aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Peternakan 2016.

Beberapa prestasi yang dicapai selama menempuh pendidikan di IPB adalah memperoleh juara 1 Debat Fakultas Peternakan IPB 2014, juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah di Universitas Pendidikan Ganesha Bali 2015 dan menjadi juara 1 dalam kompetisi Lomba Karya Tulis Ilmiah di Universitas Padjadjaran 2016.

“Setelah lulus, saya ingin menjadi seorang profesional perunggasan (poultryman_red) dan penulis aktif di majalah nasional. Saat ini saya bekerja di perusahaan perunggasan multinasional, PT Japfa Comfeed Indonesia, sebagai Management Trainee Supervisor,” ujar peraih IPK 3,71 ini.(*)