Polisi Tetapkan Empat Tersangka Kerusuhan di Lampung Timur

0
559
1248420shutterstock-76796290780x390Buanainformasi.com – Polisi menetapkan empat tersangka kasus pembantaian seorang carik dari sebuah desa di Sindang Anom Kecamatan Tanjungbintang Kabupaten Lampung Selatan.

Menurut Kasubdit III Jatanras Reskrim Polda Lampung AKBP Ruli Andi Yunianto, salah satu tersangka ditangkap saat bersembunyi di hutan.  “Dari empat tersangka yang sudah ditetapkan itu satu di antaranya adalah seorang residivis tahanan Nusa Kambangan dengan vonis 10 tahun penjara,” kata dia.

Namun demikian polisi belum bersedia mengeluarkan nama-nama tersangka. Sementara itu suasana di Desa Batu Badak, Kabupaten Lampung Timur, sendiri berangsur-angsur membaik.

Sebelumnya para pemuda di sana sebagian besar bersembunyi karena takut diciduk polisi.
“Tapi sejak polisi berangsur-angsur kembali ke markasnya, pemuda-pemuda di sini mulai kembali ke kampungnya,” kata Yakub, warga Batubadak, saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (1/8/2015).

Kejadian ini bermula dari dua warga Batu Badak, Lampung Timur yang dihakimi oleh warga di Desa Malangsari Sindang Anom Kabupaten Lampung Selatan hingga kritis dan tewas.

Korban ini disebut-sebut sebagai pencuri dan begal. Kejadian itu karena kekesalan warga yang kerap kehilangan motor, sapi, dan barang lainnya.

Selang beberapa hari kemudian,aparat desa setempat berinisiatif mengunjungi rumah duka di Desa Batu Badak. Niatnya ingin menyampaikan bela sungkawa dan memberikan uang santunan.

Usai yasinan, aparat desa yang dipimpin oleh Kapolsek Tanjung Bintang Lampung Selatan berunding. Tetua adat kemudian menanyakan soal provokator pengeroyokan terhadap salah satu anggota keluarga.

Saat itulah istri korban tewas berteriak sambil menunjuk ke carik Fadil Darmawan yang ada di pertemuan itu. “Gara-gara dia suami saya mati terbunuh,” kata si istri korban sambil berteriak dan menunjuk ke arah carik.

Yakub warga Batu Badak mengisahkan, spontan tim perdamaian ini bubar. Ada yang berlindung di balik tetua adat, ada yang keluar rumah. Fadil juga keluar rumah dan langsung dikeroyok massa dari delapan desa di Lampung Timur. Fadil tewas dengan kondisi mengenaskan.(sumber, KOMPAS.com)