Plt Bupati Lamteng Buka Bimbingan SAKIP

0
347

Lampung Tengah, buanainformasi.com – Plt Bupati Lampung Tengah buka Bimbingan Teknis Sistem Akuntabilitas Kenerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di gedung Pemda (20/3), diikuti 122 dari 26 OPD lampung tengah.

Loekman usai membuka bimtek menjelaskan,” Akuntabilitas merupakan perwujudan dari kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui suatu media pertanggungjawaban yang dilaksanakan secara periodik”, bebernya.

Oleh karena itu, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) lahir sebagai upaya untuk meneguhkan komitmen pemerintah dalam proses penyelenggaraan Negara yang baik (good governance).

penyelenggaraan acara Bimtek tersebut dimaksud untuk memberikan pemahaman kepada para pejabat, perencanaan strategis, perencanaan kinerja, penetapan kinerja, pengukuran kinerja, evaluasi kinerja, analisis kinerja, dan pelaporan kinerja instansi pemerintah sebagai media pertanggungjawaban instansi pemerintah dalam menjalankan tupoksinya.

“Dalam bekerja hendaknya pertanggungjawabkan pelaksanaan tupoksinya serta kewenangan pengelolaan sumber daya dengan didasarkan pada suatu rencana strategis yang ditetapkan oleh masing-masing instansi. Sehingga melalui akuntabilitas kinerja akan dapat dinilai kinerja instansi pemerintah baik dalam jangka pendek (tahunan) maupun dalam kaitan tujuan jangka panjang” ujarnya.

 

Sedangkan pembawa Materi dari menpan RB Endang purwaningsih Mengawali materi yang akan disampaikan, “Akuntabilitas yang selama ini berjalan adalah akuntabilitas hanya dengan melihat terserapnya anggaran yang ada dan keluaran (output), itu sudah tidak jamannya lagi, saat ini yang harus dipertanggungjawabkan adalah hasil (outcome) dari setiap program. Sudah sewajibnya setiap program yang dibuat oleh setiap instansi manapun termasuk di Lampung Tengah ini, untuk melihat hasilnya (outcome) terlebih dahulu, baru menentukan program kegiatan yang tepat”, tambah endang.

“Dalam menyusun rencana strategi sebuah instansi harus berorientasi kepada hasil (outcome). Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah program”, bebernya.

Perencanaan Kinerja dalam sesi berikutnya menambahkan bahwa, dalam penyusunan Renstra, minimal juga harus memuat secara jelas arah masa depan yang hendak dituju (where do we want to be?) (Visi, Tujuan dan Sasaran); Renstra juga harus mempertimbangkan kondisi saat ini (where are we now?) (Nilai-nilai luhur, SWOT analysis dan Misi Organisasi); Memuat cara-cara mencapai tujuan dan sasaran (how to get there?) (Kebijakan, Program); Memuat ukuran keberhasilan (how do we measure our progress) (Indikator kinerja).

“Dengan penyelenggaraan acara ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pejabat struktural dalam penyusunan rencana strategis dan rencana kinerja instansi pemerintah dalam rangka mewujudkan good governance”, pungkasnya.

Sementara Kabag organisasi Firdaus Rokain bahwa bimtek ini selama dua hari dan di ikuti seluruh SKPD, camat, bagian, sehingga nantinya materi bisa ditindak lanjuti dalam pemerintah daerah.(*)