Pjs Gubernur Didik Dorong Upaya Turunkan Kemiskinan

0
245

Lampung Timur, buanainformasi.com – Pjs. Gubernur Lampung Didik Suprayitno membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Lampung Timur tahun 2018, di Gedung Pusiban Komplek Pemda Kabupaten Lampung Timur, Rabu (21/3).

Pada kesempatan itu, Didik mendorong jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus berupaya menurunkan angka kemiskinan. Selain itu, Pemkab Lamtim juga perlu menetapkan program yang tepat untuk mendongkrak IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Kabupaten Lampung Timur menjadi 70,13 tahun 2019 dan menurunkan angka stunting di 10 Desa di Lamtim.

“Kabupaten Lampung Timur termasuk salah satu dari 3 Kabupaten di Provinsi Lampung yang memerlukan Intervensi Stunting Terintegrasi.Ini harus dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur untuk mengatasi permasalahan tersebut sejalan dengan arah kebijakan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Lampung. Salah satu program yang dilaksanakan adalah pemberian makanan tambahan,” ujar Didik.

Untuk menghadapi berbagai program penting itu, menurut Didik, dibutuhkan sinergi antara program Provinsi Lampung dengan Pemkab Lampung Timur pada tahun 2019 mendatang yang berkaitan dengan pokok strategi pembangunan dan rancangannya.

Upaya lain yang tidak kalah penting yang harus dilakukan Pemkab Lamtim adalah menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Lampung Timur ke angka 3,44 persen pada tahun 2019 dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah serta pengendalian inflasi untuk memacu peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pada akhirnya akan menurunkan kemiskinan.

”Target pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lampung Timur tahun 2019 berada pada kisaran 4,4 – 4,6 persen,” katanya.

Didik juga mengajak jajaran Pemkab Lampung Timur mempertahankan dan meningkatkan produksi gabah Provinsi Lampung agar target produksi 4,49 juta ton.

“Untuk itu Kabupaten Lampung Timur agar melakukan pemeliharaan jaringan irigasi, serta mempertahankan lahan sawah melalui implementasi Perda Nomor 05 Tahun 2015 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B),” ujarnya.

 

Didik menuturkan Musrenbang ini sebagai bukti komitmen seluruh jajaran Pemda Kabupaten Lampung Timur untuk melibatkan partisipasi masyarakat dalam rangkaian proses perencanaan. “Kita harus mampu memanfaatkan momentum ini benar-benar untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat dan seluruh stakeholder pembangunan sehingga akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

Mari kita memantapkan kembali cara pandang dan pola tindak bersama, bahwa untuk mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan nasional dan sasaran pembangunan Provinsi Lampung, diperlukan kontribusi dari Pemerintah Kabupaten/Kota, Kecamatan hingga Desa/Kelurahan,” ujarnya.

Oleh karena itu, ujar Didik, koordinasi, sinergi, partisipasi dan kontribusi antarjenjang pemerintahan menjadi kunci keberhasilan.

Pada bagian lain, Pjs. Gubernur Lampung ini memaparkan telah banyak yang sudah berhasil diraih Lampung dalam kurun waktu pembangunan 2014 – 2017 yang ditunjukkan dengan perbaikan beberapa indikator makro, antara lain Pertumbuhan ekonomi selalu di atas 5 persen dan selalu di atas rata-rata Nasional dan Sumatera, Tingkat inflasi yang terkendali dari 8,06 persen tahun 2014 menjadi 3,02 persen tahun 2017, dan indeks Daya Saing Provinsi Lampung terus membaik di tingkat nasional, dari posisi 25 di tahun 2015 naik menjadi posisi 11 di tahun penilaian 2018.(*)