Petani Jagung Panen paksa

0
503

Lampung Selatan, buanainformasi.com-Ribuan hektar tanaman jagung di Kabupaten Lampung Selatan provinsi lampung, dilanda kekeringan. Buah jagung terserang hama sehingga berdampak pada kualitas jagung yang buruk. Kondisi ini membuat para petani melakukan panen paksa yang mengakibatkan para petani mengalami kerugian hingga jutaan rupiah per hektar. Selain itu, harga jagung yang terus turun,  membuat petani terpaksa menjual hasil panen mereka dengan cara karungan.(19/09/2015)

Ribuan hektar tanaman jagung di Kecamatan Ketapang, Sragi, Penengahan dan Bakauheni, Kabupaten Lampung selatan, kini dilanda kekeringan, para petani pun harus melakukan panen paksa. Sebab jika menunggu hingga waktu panen, buah jagung akan membusuk dan tak dapat panen.

Kondisi ini membuat para petani harus menelan kerugian hingga jutaan rupiah. Biasanya dalam 1 hektar, petani mampu menghasilkan 6 hingga 8 ton jagung, Namun akibat kemarau ini hanya mapu mengahasilkan 3 hingga 4 ton. Hal ini tidak sesuai dengan biaya produksi yang mencapi 4 juta rupiah per hektar. Kondisi ini semakin diperburuk karena tanaman jagung terserang hama bule, sehingga kualitas buah jagung kecil dan ompong. Ujar Suryani Salah satu Petani jagung.

Untuk mengurangi kerugian, petani terpaksa menjual hasil panen dengan cara per karung dengan harga 60 ribu rupiah. Sebab untuk menjual dengan cara per kilo, petani harus mengeluarkan biaya lagi untuk merontokan jagung dari bonggolnya. Sementara harga jagung juga ikut turun, dari 1000 rupiah per kilo, kini hanya 800 rupiah per kilogram.

Menurut Jamal Patani Jagung, “Biasanya dalam satu kali panen, dirinya mampu membawa pulang sekitar 100 hingga 150 karung jagung, namun pada panen musim ini, hasil panenya menurun hingga 50 persen lebih.” Kata, Jamal

Kini para petani hanya berharap hujan akan segera turun sehingga mereka dapat melakukan tanam kembali. Selain itu petani berharap agar pemerimntah dapat memeberikan bantuan sumur bor sehingga dapat digunakan untuk mengantisiapasi musim  kemarau.(Basri)