Pergantian Musim Pengaruhi Harga Sayur-Sayuran

0
572

Lampung Tengah, buana informasi -Akibat pergantian musim dengan semakin seringnya terjadi hujan, membuat harga sayuran di beberapa pasar mulai naik. Seperti halnya yang terjadi di Pasar Bandar Jaya diJalan Lintas Sumatera, Desa Bandar Jaya, Kecamatan Terbanggi Kabupaten Lampung Tengah. Sejumlah pedagang sayuran keluhkan kelangkaan pasokan Bawang Merah, Bawang Putih dan Cabai Merah, dan  pedagang pengecer mengalami penurunan omset akibat sepinya pembeli yang berbelanja di pasar.Rabu (16/12/2015)

Para pedagang bahan sayuran  sangat mengeluhkan kenaikan harga seperti yang di tuturkan Ibu Pariah, dirinya mengatakan saat ini sulit seki mencari barang dari agen karena kelangkaan barang  yang  terjadi serta harga bahan yang naik saat ini membuat omsetna menurun karena sepi pembeli “kenaikan disebabkan barangnya tidak ada atau langka,” ujar Pariah yang sudah 13 tahun berjualan di bandar jaya plaza tuturnya

Ia juga mengatakan, Saat  ini (15/12) harga Cabai Merah, Bawang Merah dan Bawang putih kembali mengalami kenaikan dari agen yang ada di Bandar Jaya Plaza. Harga cabai merah yang sebelumnya Rp. 34.000 perkilo dari agen, kini naik menjadi Rp.38.000 perkilo dan dijual ke pembeli dengan harga Rp. 40.00 perkilo. Sedangkan, untuk bawang merah mengalami kenaikan cukup banyak, yang mana sebelumnya dibeli dari agen dengan harga Rp. 19.000 perkilo dan dijual Rp. 26.000 perkilo, saat ini dirinya harus mebeli Rp. 25.500 perkilo dari agen dan terpaksa menjualnya dengan harga Rp. 27.000 hingga Rp. 28.000 perkilo, dan untuk bawang putih sendiri yang sebelumnya modal Rp. 17.500 hingga Rp. 18.000 sekarang menjadi Rp. 22.000 dari agen dan mejualnya dengan harga Rp. 24.000 perkilo.papar Pariah.

Ibu Pariah menambahkan, kenaikan harga yang tidak terkontrol, ditambah susahnya stok barang yang ada di agen, sangat menghambat roda perekonomian dibandar jaya plaza, pasalnya, pedagang pengecer yang berhadapan langsung dengan pembeli, sangat kesulitan dalam proses tawar menawar kepada pembeli, karna merasa keberatan dengan kenaikan saat ini, dan kebanyakan pembeli terpaksa membeli seperlunya. Pedagangpun mengeluhkan, selama kenaikan harga yang terus menerus, tidak pernah ada peninjauan dari dinas terkait. Dirinya berharap, segera ada peninjauan serta membantu mencari solusi atas kenaikan harga tersebut.Pungkasnya.

Dilain tempat, Ibu Sum salah satu Agen penjual Bawang Merah dan Bawang Putih kepada pedagang pengecer mengatakan, kenaikan harga bawang merah dan putih sudah mengalami kenaikan tiga hari kemarin dari hari ini (15/12). Untuk kenaikan harga sendiri, kemungkinan diakibatkan karna pergantian musim, dan didaerah jawa stok juga kosong karna petani tidak ada yang menanam bawang. Namun, Sum justru merasa lebih senang jika harga meningkat dan stok terbatas, karna setiap agen jarang yang memiliki barangnya dan dengan mudah mengambil keuntungan. “ Pasar sepi terpaksa jualnya lambat,  yang namanya jual bawang merah dan putih kalau mahal lebih enak menjualnya tapi kalau barang murah otomatis juga susah lakunya.”  Singkat Sum. (Hengki)