Pemprov Dukung dan Optimalkan Organisasi Perempuan

0
473

Lampung, buanainformasi.com – Pemerintah Provinsi Lampung mendukung dan mengoptimalkan organisasi perempuan yang dimotori oleh perempuan dari berbagai partai politik yang ada di Lampung dengan prinsip kebersamaan dan kekeluargaan dalam wadah Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Lampung. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri saat menghadiri Pelantikan Pengurus KPPI Provinsi Lampung Periode 2010 – 2020 dan membuka Seminar PW KPPI Lampung, di Balai Keratun Kantor Gubernur Provinsi Lampung(19/10).

Seminar di hadiri narasumber dari KPPI Pusat dan Dewan Pakar Ari Damastuti. Ditambahkannya, multi peran yang dilakukan oleh para aktivis perempuan politik perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak.  Karena gerakan ini akan bersentuhan langsung dengan basis masa perempuan di setiap bidang dan berbagai lapisan masyarakat.

Wakil Gubernur mengatakan, seiring dengan semakin meningkatnya pemberdayaan dan partisipasi politik perempuan di Provinsi Lampung, maka organisasi perempuan politik menjadi wadah penting bagi pembelajaran politik, agar kaum perempuan mampu mengoptimalkan perannya. Selain itu dapat melahirkan tokoh-tokoh penting perempuan yang menjadi panutan bagi masyarakat serta berpengaruh dalam menentukan kebijakan daerah di Provinsi Lampung.

Ketua Umum KPPI Pusat  Ratu Diah Hatifa yang menghadiri  Pelantikan dan seminar KPPI tersebut berpesan agar kaum perempuan harus menyatukan visi dan cita-cita untuk mengawal peraturan yang refresif gendre, memperkuat kapasitas dan memperluas kiprah perempuan di semua lini pembangunan.

Sementara itu Ketua KPPI Provinsi Lampung Apriliati, usai pelantikan mengatakan, keterwakilan Perempuan dalam parlemen yang hingga saat ini belum mencapai kuota 30 persen sesuai dengan amanat Undang-Undang. Hal ini menjadi salah satu alasan Kaukus Perempuan Indonesia (KPPI) Provinsi Lampung untuk meningkatkan peran perempuan sebagai pemimpin.

Apriliati menilai saat ini peran perempuan khususnya dalam dunia politik sudah cukup meningkat. “Namun demikian, hingga saat ini keterwakilan perempuan dalam parlemen sesuai dengan regulasi yang ada masih jauh dari harapan,” tambah Apriliati.

Seminar menghadirkan narasumber dari KPPI Pusat dan Dewan Pakar Ari Damastuti. Ditambahkannya, multi peran yang dilakukan oleh para aktivis perempuan politik perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak.  Karena gerakan ini akan bersentuhan langsung dengan basis masa perempuan di setiap bidang dan berbagai lapisan masyarakat. (Red/Rls)