Pemerintah Pusat Harus Tambah APBN Untuk Lamsel

0
270

Lampung Selatan, buanainformasi.com – Pemerintah pusat layak menambah anggaran melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ke Kabupaten Lampung Selatan. Penambahan anggaran itu berkaitan dengan kompensasi kerusakan infrastruktur di Lamsel akibat dampak Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

“Untuk jangka panjang pembangunan jalan Tol memiliki dampak positif sebagai sarana penunjang dari berbagai sudut kepentingan, baik transportasi, ekonomi maupun hal lainnya yang berkaitan dengan transportasi. Tetapi dalam konteks jangka pendek telah membuat kerusakan di sekitarnya akibat proses pembuatan jalan itu sendiri,” ujar Rudi Suhaimi Kalianda, SH, salah seorang Dewan Pembina Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Kalianda, Senin (2/4) kemarin.

Menurut Rudi, akibat proses pembangunan jalan nasional itu, banyak infrastruktur jalan yang rusak. Jika perbaikan dibebankan kepada kabupaten melalui APBD, ini akan berdampak terhambatnya pembangunan pada bidang lainnya.

”Secara nominal daerah memiliki keterbatasan anggaran.Karena itu, kompensasi berupa penambahan anggaran APBN menjadi hal yang urgen, sehingga tidak menghambat proses pembangunan yang lainnya,” ujar aktivis berbagai organisasi di Provinsi Lampung, dan di Kabupaten Lampung Selatan itu.

 

Jika anggaran APBN di tambah buat Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten-kabupaten lainya yang berdampak langsung dengan kepentingan jalan nasional itu, otomatis ada sinkronisasi, dimana kepentingan nasional akan berjalan beriringan dan memperoleh hasil yang maksimal.

“Anggaran daerah tidak terganggu dan masing-masing pemkab bisa fokus membangun daerah sesuai rencana, dan jalan tol meraih hasil yang maksimal juga,” kata Pembina Siger Parisa, dan Ketua Persatuan Artis dan Film (Parfi) Kabupaten Lampung Selatan ini.

Menurut Rudi, dirinya tidak menampil ada nilai plus disekitar tempat-tempat tertentu dari sisi pembangunan jalan tol.

“Tumbuh kembangnya ekonomi kreatif di sekitar area pembangunan itu hanya bersifat temporer dan insidentil. Positif sekali, banyak warung-warung yang berjualan untuk memenuhi kebutuhan para pekerja proyek, namun sifatnya temporer, ketika pengerjaan jalan itu selesai, ya selesai juga,” ujar aktivis Pers, dan pemilik salah satu majalah di Kabupaten Lampung Selatan itu.(*)