Pembatalan Proyek Jalan Way Petay

0
607
Pembatalan Proyek Jalan Way Petay
Pembatalan Proyek Jalan Way Petay

Lampung Barat, Buanainformasi.com-Kantor Layanan Pengadaan Kabupaten Lampung Barat akhirnya membatalkan proyek peningkatan jalan Way Petay-Ogan Jaya (segmen 2) senilai 2,5 milyar, Hal ini buntut kekisruhan pembatalan perusahaan pemenang lelang 10 oketober lalu oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU)

Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus bidang Bina Marga tersebut mengundang pertanyaan sejumlah kalangan lantaran ketidak jelasan pembatalan yang dilakukan oleh Pejabat Pembuat komitmen dinas terkait. Sebab, hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab penolakan hasil  lelang yang sudah dilaksanakan Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa oleh PPK Dinas Pekerjaan Umum Hendriyanto, ST beberapa waktu lalu.

Saat dikonfirmasi,Romuzi Ketua Pokja pengadaan barang dan jasa Kantor Layanan Pengadan mengatakan, jika lelang proyek peningkatan jalan Way Petay- Ogan Jaya senilai 2,5 milyar itu telah dibatalkan dan tak adalagi evaluasi ulang. “Kantor Layanan Pengadaan Lampung Barat sudah menyimpulkan bahwa proses lelang proyek tersebut kini sudah dibatalkan bahkan tidak ada evaluasi ulang kepada pihak perusahaan yang sudah masuk dalam daftar urut calon pemenang”, ungkap Romuzi Rabu (19/10).

Ketua Pokja juga mengungkapkan, hingga saat ini belum ada informasi dari Dinas Pekerjaan Umum apakah lelang proyek itu akan dilanjutkan atau ditunda hingga tahun 2017 mendatang. “Semua kembali kepada Dinas Pekerjaan Umum  apakah proses lelang akan digelar kembali atau ditunda hingga tahun depan. Kami hanya melaksanakan tahapan lelang sesuai yang diajukan oleh dinas terkait”, jelasnya.

Anehnya, berdasarkan pantauan  melalui akun resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Lampung Barat terlihat jika proses terus berlangsung dimana lelang tahap kesatu terdapat ada tujuh perusahaan yang mengajukan penawaran yaitu, CV.Sassumi Development, CV. Diahika Mulya Utama, CV. Lumintu, CV. Enton Perkasa, CV. Putra Pratama Abadi, CV. Cahaya Intan Permata, dan CV. Tiara Jaya. Sedangkan perusahaan yang baru mendaftar yakni, CV. Japung Mitra Sejati, CV. Rizky, CV. Cipta Jaya Abadi, PT. Sassumi Jaya Sakti, serta CV. Sakima.
Terkait hal tersebut, Anton Hilman Ketua  Forum Komunikasi Pemuda Pelajar dan Mahasiswa kecamatan Sumberjaya menyayangkan, jika proses lelang yang dilaksanakan oleh Kantor Layanan Pengadaan Lampung Barat masih dipengaruhi oleh dinas terkait selaku Leading Sektor proyek tersebut.Sebab, lahirnya Kantor Layanan Pengadaan Barang dan jasa itu agar terhindar dari segala praktik yang dapat mempengaruhi kinerja dan keputusan pokja dalam setiap proses lelang.

“Jika terjadi demikian, tentunya sangat disayangkan pasalnya buat apa ada KLP kalau apapun hasil kinerja pokja Kantor Layanan Pengadaan dapat dimentahkan oleh dinas terkait lantaran tidak sependapat dengan hasil kerja pokja, apalagi dalam pokja itu, merupakan gabungan antara pegawai KLP dan  dinas terkait. Padahal, dalam pelaksanaan lelang tentunya kinerja pokja sangat dipertaruhkan untuk menghasilkan lelang yang benar-benar bersih”, tutur Anton Hilman

Seharusnya lanjut Anton Hilman agar terhindar dari berbagai opini Kepala Bidang Bina Marga yang bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum selaku Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya hingga dapat diterima oleh semua pihak.

“Jika benar adanya temuan kejanggalan didalam berkas perusahaan yang telah ditetapkan sebagai pemenang itu hendaknya di jelaskan secara terbuka. Bahkan, jika adanya temuan dokumen palsu tinggal diselesaikan saja sesuai prosedur yang berlaku supaya tidak timbul berbagai opini”, pungkasnya. (Romi Erlan)