Pembangunan Tol Cipali, Berimbas Jalan di 3 Desa Rusak Parah

0
584

Purwakarta, buanainformasi.com-Tol terpanjang di Indonesia, Tol Cikopo-Palimanan (Cipali)masih menyisakan masalah. Salah satunya, merusak infrastruktur jalan di wilayah yang terlintasi kendaraan pengangkut material bahan bangunan tol. Seperti yang terjadi di tiga desa di Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kondisi ruas jalan milik pemerintah kabupaten itu mengalami kerusakan cukup parah. Sabtu, (25/06/2016)

Jalan yang menghubungkan Desa Kertamukti, Desa Cimahi, dan Desa Cijunti tersebut membuat tidak nyaman pengemudi yang melintasinya. Hal ini diduga terjadi akibat kendaraan besar pengangkut bahan material untuk membangun jalan tol itu menggunakan jalan tersebut meski tanpa kesepakatan apapun.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, yang sempat meninjau kondisi jalan tersebut menyayangkan terhadap pihak kontraktor. Kontraktor dinilai sama sekali tidak memperhatikan kerusakan jalan akibat pembangunan tol yang mereka lakukan tersebut.

“Ya karena truk besar lalu lalang membawa bahan material. Setelah rusak, mereka membiarkannya begitu saja, tanpa adanya perbaikan kembali.” Ujar Dedi di Purwakarta, Jabar, yang dikutip dari huntnews.id

Pihak Pemerintah Daerah berencana untuk melakukan gugatan melalui jalur hukum kepada PT LMS.

Setelah pemda berencana menempuh jalur hukum, pada Jumat siang. Perwakilan dari perusahaan pengembang dan pengelola jalan tol itu menemui Bupati Dedi. Mereka menyatakan kesiapannya untuk melakukan perbaikan terhadap jalan sepanjang 27 kilometer yang rusak akibat dilalui kendaraan proyek jalan tol.

Dalam pertemuan itu, Dedi meminta pihak PT LMS bertanggung jawab dengan melakukan perbaikan jalan seperti sebelumnya sesuai standar yang telah diterapkan oleh Pemkab Purwakarta.

Dedi mengatakan, saat ini jalan yang rusak tersebut sebagian telah diperbaiki. Namun jika PT LMS siap untuk melakukan perbaikan maka biaya yang telah dikeluarkan Pemkab Purwakarta sebelumnya harus diganti dan pekerjaan kembali diteruskan hingga tuntas.
“Kita lebih baik sama-sama ke lapangan untuk melihat dan mengukur sejauh mana kerusakan yang terjadi. Biar nantinya tidak ada salah hitungn, kita juga tidak mau PT LMS rugi,” ujar Dedi.

Di tempat yang sama Wakil Dirut PT LMS, Hudaya Arryanto mengaku siap untuk melakukan perbaikan jalan seperti sebelumnya.
“Kita akan turunkan tim untuk melihat jalan mana yang digunakan dan rusak. Kita juga akan lakukan joint survei dengan Pemkab Purwakarta, sehingga perbaikan bisa segera dilakukan.” Terang Hudaya.

Sementara itu Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemkab Purwakarta Budi Supriyadi mengatakan, dari penghitungan awal jalan yang dilalui oleh PT LMS saat melakukan pembangunan Tol Cipali, sekitar 4 KM dengan total kerusakan mencapai 60%.
Menurut Budi, kerusakan tersebut cukup parah. Bahkan beberapa di antaranya rusak hingga ke bagian pondasi sehingga harus dilakukan rekonstruksi dengan biaya perkiraan Rp 1-2 miliar per 1 kilometer.
“Dulu saat akan melakukan pembangunan dalam rapat awal di Bapeda pihak LMS bilang tidak akan gunakan jalan itu, tapi pada kenyataannya jalan digunakan dengan alasan yang sesuai rencana awal tidak bisa. Sehingga jalan di Campaka rusak. Tapi sekarang mereka sudah berkomitmen, dan itu bagus.” Pungkas Budi. (*)