Pedagang Nyaris Tewas,Saat dirampok

0
808

Way Kanan,buanainformasi.com-Tiindak kriminal pencurian dengan kekerasan (curas) kembali terjadi di wilayah hukum Kabupaten Waykanan Lampung. Perampokan bersenjata api kembali terjadi di perbatasan antara kecamatan Negeri Besar Waykanan dan Kecamatan Bunga Mayang Lampung Utara di areal kebun tebu PT. Bunga Mayang.

Kejadian curas di areal perkebunan tebu ini bukan baru pertama kalinya, bahkan sudah ratusan kali. Akan tetapi hingga peristiwa ini kembali terjadi, belum ada penanganan serius dari aparat Kepolisian.

Yang menjadi sasaran kawanan perampok ini adalah para pedagang yang hendak berdagang ke pasar Bunga Mayang maupun di Negeri Besar.  Pada hari Sabtu,20 februari 2016 sekitar pukul 5.30 Wib waktu setempat, Nunung warga Negeri Besar menjadi korban perampokan di areal perkebunan tebu yang jauh dari pemukiman tersebut.

Peristiwa yang terjadi pada subuh Sabtu itu, menjadi hari yang nahas bagi Nunung. Saat ia hendak pergi kepasar dengan membawa mobil L300 miliknya. Diperjalanan saat melintasi perkebunan tebu Bunga Mayang, ia dihadang kawanan perampok yang berjumlah 9 orang dan ditodong dengan senpi. Akibatnya, korban menderita kerugian materi hingga puluhan juta rupiah. Usai menjarah harta korbannya, para perampok juga menggemboskan ban mobil korban.

“Modus yang dilakukan para perampok yg berjumlah 9 orang bersenjata lengkap beraksi dengan memblokir jalan dan memalangkan kayu besar di tengah jalan. Saat mobil berhenti itulah mereka (perampok .red) beraksi dengan menodongkan senjata kepada korbannya, dan mengambil barang berharga milik korban. Usai menjarah harta korbannya, para perampok juga menggemboskan ban mobil/motor korban,” kata sumber media ini, yang meminta namanya dirahasiakan, seraya menambahkan, akibat perampokan tersebut Nunung harus merelakan uang, handphone, perhiasan, dan lain-lain.

“Bahkan korban bernama Nunung, mobilnya sempat ditembak dengan senjata api dikaca bagian depan. Beruntung tembakan itu tidak mengenai korban, hanya kaca nya saja yang pecah/bolong di terjang timah panas. Setelah berhasil menguras harta benda para korbannya yang kebanyakkan para pedagang yg akan berdagang di Kecamatan Negeri Besar, kawanan perampok yg berjumlah 9 orang itu kabur memasuki areal kebun tebu Bunga Mayang Lampung Utara,” ulasnya.

Kerugian di taksir puluhan juta rupiah dalam kasus ini, ternyata belum ada penanganan serius oleh pihak yang berwajib. Polsek setempat beralasan, tempat kejadian perkara (TKP) berada di antara dua kabupaten. Namun para pedagang, khususnya masyarakat Kecamatan Negeri Besar berharap ada penangan serius dari pihak kepolisian supaya masyarakat merasa aman dan beraktivitas. Sebab jalan tersebut merupakan akses utama warga di dua kabupaten tersebut untuk melakukan lintas ekonomi.

Sementara, tindak kriminal curas di tempat tersebut sudah kerap terjadi. Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, diareal itu telah puluhan kali terjadi perampokkan dengan korban yang memakai kendaraan roda empat, sedangkan korban perampokan yang memakai kendaraan roda dua bahkan ratusan kali. Ditengarai para pelaku curas yang beraksi di perkebunan tebu PT. Bunga Maya tersebut merupakan kelompok begal yang sama, sebab dari keterangan para korban, modus operasi dilakukan kawanan ini memakai senpi dan menghadang kendaraan korbannya dengan kayu atau pohon ditengah jalan.Pungkasnya.