Pasca Penangkapan 7 TKI Ilegal, Keseriusan Disnaker dan Imigrasi Dipertanyakan

0
370

LampungUtara, buanainformasi.com – Pasca penangkapan 7 orang yang diduga sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal beberapa waktu lalu, keseriusan Disnaker dan Imigrasi Lampung dalam pengawasan dipertanyakan sejumlah kalangan.

Untuk itu, LSM DPD LIPAN Lampung Utara, Sambangi Disnaker Dan Imigrasi, Untuk Meminta Pernyataan Tentang Dekumen Pembuatan Pasport Dan Tanda Daftar Di Instansi Pemerintah, Dalam Pulbaket Dugaan TKI Ilegal, Pasca Di Amankan 7 Orang CTKI (30/11/2017) Silam Di Polres Lampung Utara yang saat Ini sudah di pulangkan tampa mendapatkan ganjaran hukuman atas perbuatan para Pelaku Rekrut.

“Bobbroknya Instansi Pemerintah Kabupaten Lampung Utara,Dalam Pencegahan Dan Pengawasan, Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Yang Telah Di Atur Dalam UU RI Nomor 21 Tahun 2017, BAB VI.Pasal.56-59. Pencegahan Dini Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, Kedua Instansi Pemerintah Kecolongan Oleh Oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab, Yang Mengatasnamakan PT.BM.CM PJTKI Cabang Lampung, Pelaku Darwis Dan Eliza,” ujarnya

Kurangnya Kerjasama Pemerintah Dengan Masyarakat Yang Di Nilai Tidak Kooperatif, Dalam BAB VII. Pasal 59 Sampai 63, Tentang Kerjasama Instansi Pemerintah Bersama Masyarakat Dan Peranserta Masyarakat, Dalam Ikut Serta Mencegah Memberantas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Hal Ini Di Ungkapkan Ketua DPD LIPAN Lampung Utara, Selesai Mendapatkan Laporan Awak Media Dan Anggotanya Setelah Sambangi Kedua Instansi Pemerintah Kabupaten Lampung Utara.

Sementara itu, apa yang di sampaikan oleh Edwin Mewakili Kepala Dinas Imigrasi Bahtiar,Yang Di Minta Awak Media Tentang Photo Copy Pasport An Deni Candra Tidak Dapat Di Berikan Kecuali Instansi Atau Kopolisian Kerena Dekomen Negara,” katanya.

Begitu Juga Disnaker, Tidak Dapat Memberi Pernyataan Resmi, Namun Menurut Salah Satu Kasi Disnaker Bahwa Ke 7 Orang Tidak Terdaptar Di Instansi Pemerintah Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI), Namun saat di mintai pernyataan.

“Pihaknya tidak berani melainkan kami akan berembuk dulu dengan kepala dinas l,” ujarnya. (Gian)