Pabrik Coca-Cola di Lampung Mulai Kekurangan Air

0
438

cocacola-780x390BANDARLAMPUNG, Buanainformasi.com – Perusahaan air minuman Coca-Cola Amatil (CCA) di Lampung mulai merasakan kekurangan air untuk memenuhi produksinya.

Manufacturing Manager PT CCA Lampung Yulius Ruru Barapadang menjelaskan bahwa pabrik di Lampung memiliki lima sumur bor berkedalaman 150 meter. Namun dari lima sumur tersebut hanya satu sumur saja yang masih memiliki ketersediaan air yang memadai untuk memenuhi kebutuhan produksinya.

“Sumur bor yang ada untuk saat ini masih mencukupi kebutuhan produksi ditambah dengan air pam, tapi sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan di luar dari itu, makanya sisanya dipenuhi dari perusahaan air mineral lainnya,” kata Yulius pada Kamis (26/3/2015).

Dia juga memaparkan bahwa lokasi perusahaannya berdiri di atas lahan delapan hektare merupakan di bawah tanahnya mengandung granit, sehingga sulit untuk mendapatkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan produksi.

“Untuk itu sejak tahun 2013 akhir kami mencanangkan gerakan lahan terbuka hijau seluas 3,5 hektare,” ujar dia.

Lahan tersebut ditanami pohon jabon dan juga membuka parit sedalam satu meter yang mengelilingi lahan terbuka hijau itu untuk menyerap air hujan. “Air hujan sangat bermanfaat bagi kami tak hanya ditampung di parit-parit saja tapi setiap atap-atap perusahaan dipasang penampungan air hujan agar air tidak terbuang begitu saja,” katanya lagi.

Kegiatan menanam pohon itu melibatkan tujuh sekolah di sekitar perusahaan. Siswa yang melakukan penanaman, penyemaian dan panen. “Nanti hasilnya dinikmati oleh anak-anak yang mengelola tanaman tersebut. Saat ini sudah ada 2800 pohon yang telah di tanam yang dibagi dalam empat zona yakni A, B, C dan D,” tuturnya.

Masing-masing zona memiliki luasan berkisar antara 5000 m2 sampai 7500 m2. “Air memiliki peran penting dalam agenda pembangunan, kami ingin air dapat terus ada sampai anak cucu,” tutupnya. (sumber : Kompas.com)