Organisasi Ikam Jabung Sai Jadi Pelopor Hilangkan Citra Sarang Begal dan Rampok di Kampung Jabung

0
549

Lampung Timur, buanainformasi.com – Citra Kampung Jabung, memang, sudah terlanjur rusak. Selain dikenal daerah seram bagi orang Lampung, nama ini sering identikan sebagai begal, pencuri, dan perampok. Sejak Tahun 1980-an sudah tidak terhitung warga dari sini ditembak mati karena dugaan berbuat kriminal.

Citra itu menjadi cap bagi orang luar Jabung, mulai di Lampung, Jakarta, Sumbagsel, bahkan sampai Pulau Jawa secara menyeluruh. Ketika warga Jabung membela Kepala Desa Negeri Batin pertengahan Maret yang lalu, komentar di media sosial umumnya miring.

Meskipun hingga kini ada saja orang Jabung yang terlibat kriminal, tidak berarti mereka “diberangkatkan” untuk menjadi penjahat, seperti halnya terjadi di sebuah Kawasan di Sumatera Selatan pada Tahun 1960 hingga 1970-an. Setiap mereka menerima jenazah, hati warga hancur. Tapi tidak ingin protes karena yang ditembak mati memang salah.

Saat makin banyak penembakan terhadap warga Jabung, kegelisahan semakin mendalam. Sekelompok pemuda membuat organisasi Ikam Jabung Sai, yang mempelopori pengubahan mental kepada anak-anak dan remaja.

 

Secara mandiri, organisasi yang didukung para tetua, tokoh adat, dan tokoh agama, memulai membuat rumah baca untuk anak, menggiring mereka belajar al-Quran, mengadakan kegiatan olahraga, seperti sepak bola dan voli.

Ada juga yang berbau bisnis. Seorang penjual martabak menyebut gerobak dorongnya Martabak Pustaka, karena sambil jualan ia memberikan buku gratis.

Ikam Jabung Sai juga menyediakan alternatif berusaha, seperti ternak kambing bagi pengangguran. Berusaha menyadarkan warga yang memiliki senjata api agar menyerahkannya kepada polisi, seperti dilakukan beberapa bulan yang lalu.

Dengan berbagai aktivitas tersebut, “Insya Allah, pelan tetapi pasti, suatu saat Jabung akan aman,” kata Sykuria Kesuma, tokoh masyarakat Jabung.

Zainal Abidin, aktivitas sosial dari Jabung, melihat gerakan Ikam Jabung Sai akan mengalami percepatan jika Pemerintah memberi pelatihan, membuka lapangan kerja.

“Remaja jangan sampai menganggur. Mereka harus memiliki keahlian dan pekerjaan,” katanya.

Meskipun baru start, Jabung mulai terbuka. Kini, siapa yang membantu gerakan ini agar ke depan anak-anak di sana tidak jadi begal dan perampok.(*)