Nama Ibas Dicantumkan Setnov, Sekjen Demokrat: Ia Bersih

0
237

Jakarta, buanainformasi.com – Nama Putra Presiden RI ke-6, Edhie Baskoro Yudhoyono dicantumkan terdakwa megakorupsi e-KTP Setya Novanto dalam secarik kertas dalam buku catatannya yang ditulisinya dengan “justice collaborator”.

Buku catatan bersampul hitam itu, Setya Novanto buka saat akan menjalani sidang lanjutan pada Senin, 5 Februari 2018. Awak media yang mengerumuninya melihat isi buku itu. Ada satu lembar tertulis nama bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, dan Ibas.

Di atas dua nama itu tertulis justice collaborator. Nama Nazaruddin berada persis di bawah tulisan. Di bawah nama Nazaruddin, Setya menggambar dua tanda panah. Tanda panah berwarna hitam dan tertulis nama Ibas. Ada juga tanda panah berwarna merah di bawah nama Ibas dan tercantum angka US$ 500 ribu.

Nama Nazaruddin disebut berkali-kali dalam kasus e-KTP. Ia disebut membagikan jatah uang proyek e-KTP kepada sejumlah anggota Komisi Pemerintahan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Hinca tak menanggapi apakah Nazaruddin terlibat dalam proyek itu. Namun, dia memastikan, Ibastidak turut menikmati dana e-KTP. Hinca meminta Setya fokus pada kasusnya. “Tulisan begitu kok ditanggapi. Itu bukan fakta hukum,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan memastikan tidak ada dana proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang mengalir ke anak kedua presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro alias Ibas. Menurut Hinca, Ibas tidak ada kaitannya dengan kasus megakorupsi itu.

“Ibas sama sekali tidak menerima apa pun. Dia bersih,” kata Hinca. Selasa, 6 Februari 2018. (*)