Musyawarah Mufakat, Kiai Muhsin dan Prof Mukri Pimpin NU Lampung Periode 2018-2023

0
321

Lampung Tengah, buanainformasi.com – Setelah melalui proses pemilihan dengan musyawarah mufakat pada Konferwil ke-10 PWNU Lampung, akhirnya duet Kiai Muhsin dan KH Muhammad Mukri terpilih sebagai Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyyah PWNU periode 2018-2023.

Pemilihan yang dilaksanakan di Aula Madrasah Aliyah Darussa’adah Komplek Pondok Pesantren Darussaadah Lampung Tengah ini, diikuti oleh 15 pengurus cabang kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung, Sabtu (10/3).

Sistem Ahlul hali wal aqdi (AHWA) mengawali pemilihan Rais Syuriyah, berdasarkan AD ART Muktamar NU di Jombang. Tujuh Ulama khos terpilih menjadi anggota AHWA yaitu KH Muhsin Abdillah, KH Ahmad Nawawi, KH Syukri Ghazali, KH Maulana Malik Ibrahim, KH Mahruz Ali, KH Mashum Abror dan KH Ridwan Syuaib.

Setelah melakukan musyawarah, seluruh anggota Ahwa sepakat memilih Pimpinan Pondok Pesantren Darussa’adah Lampung Tengah yang juga Rais Syuriyah PWNU Lampung periode sebelumnya KH Muhsin Abdillah untuk kembali menjadi Rais Syuriyah PWNU 5 Tahun kedepan.

Salah satu anggota AHWA KH Mashum Abror mengatakan bahwa keputusan memilih kembali Kiai Muhsin merupakan keputusan tepat.

“Disamping beliau juga mendapatkan suara tertinggi dalam pemilihan AHWA yaitu 15 suara dari 15 Kabupaten Kota, beliau juga merupakan sosok yang mampu memberikan arahan dan kesejukan bagi PWNU kedepan,” kata Alumni Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Asuhan KH Maimoen Zubair ini.

 

Begitu juga terpilihnya KH. Muhammad Mukri yang merupakan Rektor UIN Raden Intan Lampung ini menurutnya merupakan keputusan tepat. Ia menambahkan, Prof. Mukri begitu ia biasa disapa, merupakan sosok yang tepat untuk membawa NU Lampung lebih maju lagi.

Harapanpun disampaikan beberapa PCNU kepada pasangan yang akan menahkodai NU Lampung kedepan ini. Salah satunya dari Ketua PCNU Tanggamus H Amir Harun yang berharap pasangan ini mampu membawa NU Lampung lebih kuat dengan selalu meningkatkan koordinasi dengan PCNU se-Provinsi Lampung.

“Kaderisasi juga penting melalui pendidikan seperti pendidikan kader dan madrasah kader untuk menyiapkan SDM yang mampu menghadapi dinamika perubahan zaman tanpa mengurangi fokus kepada program lain seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” katanya.

Sementara itu Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrohim berharap kepengurusan kedepan lebih baik lagi dengan nuansa kepesantrenan dalam berkhidmah yang mengedepankan akhlaqul karimah.

Dalam Sidang Pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidyiyah tersebut juga disepakati susunan Tim Formatur yang akan menyusun kelengkapan Pengurus PWNU Lampung kedepan.

Adapun komposisi Tim Formatur terdiri dari 7 elemen yaitu perwakilan PBNU, Rais Syuriyah terpilih, Ketua Tanfidziyah terpilih, dan 4 perwakilan PCNU Kabupaten yaitu Pringsewu, Pesawaran, Tulang Bawang dan Tulang Bawang Barat.(*)