Mustafa Siap Jadikan Baung Sebagai Komoditas Unggulan Lampung Tengah

0
500
Mustafa Siap Jadikan Baung Sebagai Komoditas Unggulan Lampung Tengah
Mustafa Siap Jadikan Baung Sebagai Komoditas Unggulan Lampung Tengah

Lampung Tengah buanainformasi.com-Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa akan menjadikan ikan baung sebagai komoditas andalan Lampung Tengah di sektor perikanan. Bupati menargetkan Lampung Tengah menjadi sentra penghasil baung terbesar di Lampung. Hal tersebut disampaikan Mustafa saat meninjau budidaya ikan baung di Kampung Simpang Agung, Sabtu kemasin. Senin (12/03/2016)

Sebagai kabupaten paling luas dan banyak di kelilingi sungai, Lampung Tengah menjadi wilayah yang sangat potensial untuk budidaya ikan tawar

“Ikan baung punya nilai ekonomis yang tinggi. Selama ini banyak dijumpai di sungai-sungai di Lampung Tengah. Bagi saya ini adalah peluang atau potensi yang harus dikembangkan. Saya akan jadikan baung sebagai komoditas unggulan di Lampung Tengah,” ungkap Mustafa

Tak hanya mengandalkan sungai-sungai yang ada, kedepan pihaknya akan membentuk kelompok-kelompok tani yang akan membudidayakan ikan baung secara profesional. Mereka akan dilatih dan diberikan bantuan bibit untuk kemudian dikembangkan.

“Nanti kita juga akan jadikan ikan baung sebagai kuliner khas Lampung Tengah. Ketika mereka berkunjung kesini, belum lengkap jika belum mencicipi ikan baung Lampung Tengah. Kami targetkan bisa memproduksi minimal 50 ribu ikan baung setiap tahunnya,” imbuhnya.

Dengan potensi dan SDM yang mumpuni, ia optimis target tersebut dapat direalisasikan. Diharapkan budidaya ikan baung bisa membangkitkan roda perekonomian masyarakat khususnya petani-petani ikan di Lampung Tengah. “Ketika wisata kuliner juga berhasil dikembangkan, diharapkan Lampung Tengah bisa menjadi tempat persinggahan yang nyaman bagi para pengendara dan pendatang,” pungkas Mustafa.

Sementara itu, Kadis Perikanan Lampung Tengah Kuswadi Swardi menerangkan, selama ini Lampung Tengah telah menjadi produsen ikan air tawar terbesar di Lampung. Namun untuk ikan baung, diakuinya, ikan jenis ini semakin langka, sementara permintaan sangat tinggi.

Untuk dapat memenuhi permintaan pasar, menurutnya tidak bisa hanya mengandalkan tangkapan alam. “Harus kita budidayakan. Saat ini sudah ada 12 kelompok tani yang siap membudidayakan ikan baung, mereka tersebar di Trimurjo, Simpang Agung, Kota Gajah, Seputih Raman dan Way Seputih,” paparnya.

Dia menambahkan, nilai jual ikan baung lebih tinggi dibandingkan ikan lainnya. Satu kilogram ikan baung, kata dia, diajual dalam kisaran Rp 45-60 ribu. Jauh lebih tinggi dibandingkan ikan lele. Dari kandungan gizi, ikan baung juga jauh lebih baik karena mengandung banyak protein dan omega 3.

Bagi masyarakat yang ingin budidaya ikan baung secara mandiri, pihaknya juga menyiapkan bibit baung dengan kisaran harga Rp 300-500 per ekor dengan ukuran 3 cm. “Di tengah tingginya animo terhadap ikan baung, saya rasa ini adalah peluang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat. Menjamurnya rumah makan dengan menu baung, permintaan terhadap ikan ini terus meningkat,” katanya.

Kedepan pihaknya juga akan membuat pelatihan pembuatan pakan ikan ekonomis, sehingga petani tidak ketergantungan dengam pakan ikan pabrikan. Di sisi lain, pakan ekonomis juga dapat menekan ongkos produksi petani menjadi lebih murah.

“Apa yang menjadi target Pak Mustafa menjadikan Lampung Tengah sebagai sentra penghasil baung Insya Allah bisa direalisasikan. Bahkan target kami bisa memproduksi hingga 100 ribu ikan baung, minimal 50 ribu ikan yang siap dipasarkan di seluruh Lampung,” tutup Kuswadi.(Red/Hum lamteng)