MTQ Tubaba Diwarnai Tarup Ambruk, Bupati Umar Sampaikan Permohonan Maaf

0
303

Tulang Bawang Barat, buanainformasi.com – Ambruknya tarup yang sudah tertata rapih untuk persiapan MTQ Tulang Bawang Barat yang ke IX akibat angin yang kencang di sore hari Selasa (20/3) sekira pukul 18.00. Bupati Tulang Bawang Barat Umar Ahmad menyampaikan permohonanan maaf dalam sambutannya.

”Atas kejadian tadi sore, yang mana tempat acara kita selenggarakan sudah tertata rapih dari jauh hari. Namun, kehendak allah suwataala tenda-tenda yang sudah dipersiapkan ambruk karena angin yang tak terhingga, dan kejadian ini murni musibah,” katanya.

Dengan kejadian itu, Umar Ahmad mewakili pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat meminta maaf kepada semua pihak terutama kepada semua peserta kafilah dan pesrta yang mengikuti berbagai lombaan jadi tertunda.

”Saya mewakili pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat meminta maaf atas kejadian tadi, maka dari itu acara ini kita alihkan ke masjid Agung Nurul Huda, dan mungkin, ini adalah hikmah yang sangat bermanfaat bagi kita semua. Karena apa ? Dengan kejadian ini maka kita bersama-sama melakukan shalat isya bersama dan berkumpul bersama di masjid ini,”ujar Umar.

 

Umar pun berharap, kepada seluruh masyarakat Tulang Bawang Barat agar tetap semangat dalam melaksanakan MTQ yang ke IX tingkat Kabupaten.

”Saya berharap jangan berkecil hati karena kejadian ini evaluasi secara teknis, ini salah satu pelajaran buat kedepan, kita sudah mempunyai islamic center, saya rasa tidak ada salahnya jika kita adakan kegiatan ini di sana,” pintanya Umar.

Harapan Bupati Umar, dengan adanya MTQ ini, mungkin warga Tulang Bawang Barat bisa saling menyapa satu sama lain, dan bisa saling memperdalami ilmu di bidang alqur’an.

Di tempat yang sama Sri Yanti, selaku pengurus dari sanggar Gangga Dewi Tirta Makmur menceritakan.

”Kami dari sanggar ini sudah bersiap-siap untuk ikut meriahkan MTQ, dari jam 16:00 Wib sudah beres-beres, setelah magrib kami dapat kabar kalau tarup pada roboh karena angin besar. Ya mau gimana lagilah, semua ini kehendak yang kuasa. Meskipun anak-anak sanggar kami tidak jadi ikut menari tapi kami tetap mendukung kegiatan ini. Karena kalau tidak ada acara ini Kabupaten kita tidak ramek,” bebernya.(*)