Minim Penyuluhan Petani Kakao Terancam Gagal Panen

0
648

Tanggamus, buanainformasi.com-Para petani kakao (coklat) di Desa Kuring Kecamatan Pematangsawa Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung,  sangat mengeluhkan penyakit busuk buah  yang menyerang tanaman mereka akibat  penyakit busuk buah para petani terancam gagal panen. Selasa  (17/11/2015)

Salahsatu ketua kelompok tani harapan jaya Khairuloh (35) menyebutkan, penyakit buah busuk sedang mendera tanaman mereka yang mengakibatkan tanaman kakao (coklat) para  petani terancam  gagal panen.

Khairuloh menjelaskan,luas lahan tanaman kakao miliknya sekitar 3 hektar, kalau anggota kelompok tani harapan jaya 25 orang, luas lahan sitap anggota sama, kerap mengalami gagal panen.disebutkannya, jika sebelum ada penyakit busuk buah dimaksud, hasil panen per 2 minggu, dalam per 1 hektar mencapai  1,5 ton, namun semenjak diserang penyakit  hasil panen menurun dari 1,5 ton menjadi  (100 kg) per hetar.ungkapnya

Selain diserang penyakit busuk buah, tanaman juga rusak akibat kurang pupuk, sejauh ini para petani kakao hanya bisa pasrah, sementara pendampingan dari petugas penyuluh pertanian lapangan (ppl) dinas perkebunan masih minim.

“Bagaimana kami mau laporan, kantor bp3k kecamatan pematang sawa selalu tutup  tidak pernah ada petugas, yang jaga.”tegas Khairuloh.

Khairuloh berharap agar para petani di Desa nya mendapatkan penyuluhan dari Dinas Pertanian, karna masyarakat di Desa nya masih sangat membutuhkan bimbingan,tutupnya. (Basri)