Menkes Tanda Tangani Prasasti Monumen dr. Hi. Abdul Moeloek

0
463

Lampung, buanainformasi.com – Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F.Moeloek, SpM (K) menandatangani prasasti monumen dr. Hi. Abdul Moeloek serta peresmian sejumlah gedung di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek dengan didampingi Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, Sabtu (25/02/2017).

Fasilitas kesehatan yang diresmikan yakni gedung pelayanan kebidanan dan penyakit kandungan standar PONEK, gedung administrasi, gedung laboratorium klinik, gedung bedah sentral dan intensif terpadu (ICU, ICCU, PICU), gedung pelayanan ruang anggrek THT, mata dan kemoterapi serta alat kedokteran seperti Magnetic resonance imaging (MRI) atau pencitraan resonansi magnetik dan CT scan.

Dalam kesempatan ini selain membuka selubung tugu monumen, Menteri juga membesuk Istri Gubernur Lampung Yustin Ficardo yang baru melahirkan  dan meninjau sejumlah fasilitas kesehatan lain yang tersedia di RSUDAM.

Dalam sambutannya Menteri Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan bahwa sebagai pintu gerbang sumatera Lampung perlu didukung sarana prasarana kesehatan. Selain melengkapi RSUDAM, kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan.

“Bukan hanya ketahanan pangan yang mempengaruhi kesehatan, tetapi juga perlu adanya pola asuh dan pengetahuan tentang gizi bagi masyarakat. Untuk itu, perlu adanya peran dan dukungan yang kuat dari kita semua,  terutama dari pemerintah pusat dan  pemerintah provinsi,”kata Menkes.

Ditambahkan, Kementerian Kesehatan juga akan memberikan bantuan ke Pemerintah Provinsi Lampung sebesar 30 % untuk meningkatkan mutu RSUDAM.

Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia, di tahun 2017 sambung Menteri, Kementerian Kesehatan akan mewajibkan kerja Spesialis Daerah, dengan mengirim lulusan S2 tersebut untuk praktek di daerah-daerah selama 1(satu) tahun. Kemenkes juga akan mengirim tim kesehatan (Nusantara Sehat) untuk dikirim ke daerah terpencil.

Lebih lanjut, Menkes menyampaikan telah mencanangkan program peta jalan, dimana puskesmas akan menjadi penjaga gawang untuk menjaga kesehatan masyarakat. Artinya,apabila nantinya terdapat masyarakat yang tidak bisa ditangani, barulah akan dirujuk ke rumah sakit. “Kita tidak boleh memilih-milih masyarakat yang mampu ataupun tidak mampu,” ucap Menkes.

Menkes berharap nantinya puskesmas dapat melakukan pendekatan keluarga. Program ini sejak  tahun lalu sudah diuji di Lampung. Sehingga masyarakat akan paham bahwa kesehatan keluarga itu perlu dijaga, sehingga dapat membentuk masyarakat yang sehat.

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo menambahkan bahwa sektor kesehatan memiliki peran penting dan membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah, karena sektor kesehatan memiliki peran penting dalam tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat, bangsa dan negara.

Pemerintah provinsi Lampung juga ingin menjadikan RSUDAM  sebagai rumah sakit yang terbaik di Lampung. Bukan hanya berdasarkan penilaian pemerintah semata,  tetapi juga penilaian langsung dari masyarakat berdasarkan pelayanannya.

Ditahun 2016,  sebesar 90% pembangunan RSUDAM telah dilaksanakan guna meningkatkan Pelayanan terhadap masyarakat. Selain itu, Lampung memiliki 3 rumah sakit yakni RSUDAM, rumah sakit jiwa,  rumah sakit bandar negara yang berguna untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

dr. Heri Djoko Subandriyo, MKM selaku Direktur Utama RSUD Abdul Moeloek menyampaikan RSUDAM akan meningkatan kinerja guna melakukan pelayanan maksimal bagi masyarakat lampung.

Dalam acara ini dihadiri oleh Mantan Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. H. Faried Anfasa Moeloek SpOG, Pejabat Lingkungan Kementerian Indonesia, FORKOPIMDA Provinsi Lampung, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Asisten Gubernur Lampung, Staf Ahli Gubernur Lampung dan Kepala SKPD Provinsi Lampung. (Red/Rls)