Masyarakat Pasarkan Beras Siger Sebagai Produksi Unggulan

0
513

Lampung Utara, buanainformasi.com-Produksi unggulan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara Beras siger atau Beras tiwul mulai dipasarkan oleh masyarakat di pasar tradisional. 

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Lampung Utara, Zulkifli Mihsan, didampingi Nilda Yanti dan Sri Astuti, Kasi pengembangan dan konsumsi BKP mengatakan, saat ini sedang digalakkan dalam istilah wajib dikonsumsi oleh masyarakat karena beras siger (beras tiwul) baik untuk kesehatan.

“Untuk rasa lebih enak beras siger dari pada beras merah.” kata Zulkifli Mihsan, diruang kerjanya, Rabu 24 Febuari 2016.

Selain beras siger, lanjut dia, produksi unggulan masyarakat Lampung Utara dibawah binaan Badan Ketahanan Pangan juga memproduksi keripik ubi rambat (mantang unggu) dalam bentuk cucuk gigi.

Beras siger yang sudah diproduksi oleh masyarakat sebanyak dua kwintal sudah habis. Dan untuk saat ini produksinya masih dilakukan secara manual.

Untuk bahan beras siger atau beras tiwul, diambil dari ubi kayu (Singkong racun) yang direndan selama dua hari bersama air garam selama dua malam, lalu baru proses diparut untuk diolah menjadi beras siger, jelas Sri Astuti, ketika mendampingi Kepala BPK Lampung Utara.

“Dalam ajang lomba beberapa waktu lalu, dibidang keanekaragaman Pangan Lampung Utara meraih juara kedua.” katanya.

Dijelaskan Zulkifli Mihsan, bahan baku beras siger terbuat dari ubi kayu murni dengan kandungan gizi beras siger, berupa protein 2,4 persen, lemak 0,46 persen, serat kasar 3,72 persen, karbohitrat 81,48 persen, dan kalori Kal sebanyak 339.89 persen.

“Cara memasaknya, rendam beras siger lebih kurang selama lima menit kedalam air, lalu tiriskan dan siap untuk dimasak dengan cara dikukus,” lanjutnya.

Harga beras siger berkisaran dari Rp12.000,- hingga Rp15.000,- perkilogramnya. Sementara untuk harga Stik (cucuk gigit) yang terbuat dari mantang unggu Rp 15.000. “Sekarang beras dan stik ini sudah mulai dipasarkan oleh masyarakat dipasar-pasar.” Ujarnya. (niko)