Lima Peluru Bersarang di Kepala Seekor Gajah Sumatera

0
363

Lampung Timur, buanainformasi.com – Lima peluru bersarang di dada dan kepala seekor gajah berusia sekitar 20 tahun. Gigi dan gadingnya terlepas dari mulut binatang berjenis kelamin betina itu. Tubuhnya terbaring disertai mulai melepuh dan membusuk.

Gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur tersebut, diduga ditembak pemburu liar, dua hari lalu atau sekitar Sabtu (10/2/2018).

Kapolsek Labuhan Ratu AKP Siswanto mewakili Kapolres Lampung Timur AKBP Yudy Chandra Erlianto, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (13/2/2018), mengatakan, bangkai gajah ditemukan Tim Patroli Polisi Hutan dan Rhino Protection Unit (RPU) Balai Taman Nasional Way Kambas.

“Dugaan polisi sementara, gajah betina itu mati diduga dilakukan oleh pemburu liar,” terang Siswanto mewakili Kapolres Lamtim AKBP Yudi Chandra, Selasa, 13 Februari 2018.

Siswanto mengatakan, polisi sudah mendatangi dan mengecek lokasi tempat kejadian perkara.

“Dari hasil TKP, ditubuh gajah ditemukan 5 bekas luka tembakan, dibagian dada dan kepala gajah.Kemudian gigi dan gading gajah sudah tidak ada lagi,” katanya.

Siswanto berjanji akan segera bertindak cepat dalam kasus kematian gajah ini dengan bekerja sama dengan pihak Way Kambas.

“Kami sedang berkoordinasi dengan pihak Taman Nasional Way Kambas. Kami juga akan mencari informasi dari masyarakat guna mencari tahu pelakunya,” kata dia.

 

Kematian gajah tak bernama itu makin menambah daftar panjang kasus tak pernah terungkap dari kerakusan manusia. Gajah Sumatra yang tinggal 1.700 ekor rasanya sudah cukup tanpa intervensi manusia dengan membunuhnya. Mereka sudah pasti menuju kepunahan.

Mereka makin sulit mendapatkan makanan dan tinggal di alam liar karena menyempit berubah menjadi perkebunan kelapa sawit atau permukiman manusia. Gajah di pusat konservasi pun saat sakit kerap tak tertolong karean kurangnya dokter hewan yang mampu merawat gajah sakit.

Dalam enam tahun terakhir, 150 ekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Indonesia mati. Angka kematian sebenarnya diperkirakan lebih banyak.

Sekretaris Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI) Donny Gunaryadi dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu mengatakan, sepuluh tahun terakhir ada 700 ekor gajah Sumatra mati karena diburu, diracun dan diambil gadingnya.

Ia menjelaskasn, data FKGI tahun 1985 Indonesia masih memiliki 44 kantong habitat gajah di Sumatera. Tapi, tahun 2007 jumlahnya menjadi 25 kantong habitat dengan hanya 12 kantong yang populasi gajahnya di atas 50 ekor.

Lokasinya mulai dari Taman Nasional Leuser dan Ulu Masen, Aceh, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh dan Tesso Nilo, Jambi, Padang Sugihan di Sumatera Selatan, dan Way Kambas serta Bukit Barisan. Lampung.(*)