Lapor ke Polisi Berbelit-belit, Mereka Pilih Curhat di Media Sosial

0
614
Buanainformedia sosialmasi.com, JAKARTA – Era informasi digital membuat warga di kota-kota besar kerap menuangkan curahan hati dan jurnalisme warga ke akun media sosial (medsos) pribadi.
Hal tersebut merupakan imbas berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti laporan warga.
“Males juga kalau harus ke kantor polisi dulu. Langsung posting (unggah) aja, tulisan foto,” kata seorang warga Bekasi Emil (27), Kamis (25/6/2015) malam.
Menurut wanita karir tersebut, jurnalisme warga tersebut lebih mudah diakses oleh masyarakat. Pasalnya, laporan apa pun dapat diunggah dan dibaca sesama pengguna pengakat telepon pintar yang memiliki jejaring sosial.
“Kan orang butuh informasi cepat. Tidak hanya berita, tapi informasi. Kadang kan informasi tidak selalu dari berita, bisa juga dari update status, postingan, atau broadcast,” ujarnya.
Selain itu, warga juga lebih memilih untuk melapor melalui medsos karena tidak dikenakan biaya. Wahyu (27), warga Kampung Rambutan, menilai setiap kali melapor ke kantor polisi kerap berbelit-belit dan selalu berkaitan dengan rupiah.
“Lihat saja kasus-kasus besar yang melibatkan orang kaya, pasti laporannya cepat ditindaklanjuti. Tapi giliran laporan dari warga kecil, boro-boro ditindak, dilayani aja syukur. Kalau pun dilayani, itu pun lamban,” ujarnya.
Sementara itu, Deri (35), mendukung aktivitas jurnalisme warga seperti yang dilakukan pemilik akun Facebook Diki Septerian beberapa waktu lalu.
“Postingan-postingan seperti itu baru bisa bikin polisi bergerak. Soalnya, kalau cuma laporan lisan atau tulisan, sepertinya enggak ngaruh. Kalau postingan, apalagi kalau ada foto, banyak yang share, media massa pun pasti bakal meliput,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian memaklumi jika hal tersebut memang mulai marak dilakukan masyarakat. Menurut dia, hal tersebut akan dijadikan tantang bagi dirinya untuk memperbaiki dan mengevaluasi kinerja anak buahnya.
“Ya, itu tantangan untuk diperbaiki. Kita terus lakukan evaluasi. Di sisi lain, hal itu dilakukan ada kaitannya dengan mindset tingkat bawah. Khususnya keinginain masyarakat yang meminta kinerja maksimal anggota kepolisian,” kata Tito di Pelabuhan Muara Baru, Jakut Kamis (25/6/2015) malam.
Terkait aksi curas, khususnya di wilayah Cilincing, Jakarta Utara, Tito mengatakan jika pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres dan Polsek jajaran. Mengingat kawasan tersebut daerah rawan kejahatan.
“Kita terus koordinasi dengan Kapolres dan Kapolsek. Khususnya Kapolres Jakut dan Bekasi Kota. karena daerah itu memang rawan, dan kendarang kerap berhenti karena macet disepanjang jalan,” ucap Tito. (Sumber : Kompas.com)