Kritik keras Fadli Zon sebut Jokowi kelola negara seperti Warkop

0
406

Buanainformasi.cokritik-keras-fadli-zon-sebut-jokowi-kelola-negara-seperti-warkopm- Presiden Joko Widodo kemarin melantik Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dan Panglima TNI yang baru. Sebenarnya, acara tersebut sudah lazim dilakukan oleh Presiden RI dari masa ke masa.

Namun, kali ini ada yang berbeda. Pasalnya, sebelum pelantikan dilakukan, surat undangan acara pelantikan yang disebar Kementerian Sekretaris Negara (Kemensesneg) terhadap para undangan terdapat typo.

Dalam undangan, BIN yang sejatinya memiliki kepanjangan Badan Intelijen Negara, ditulis Badan Intelijen Nasional. Hal itu sontak menuai reaksi dari publik, tak terkecuali dari para politikus di DPR.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang dikenal acap kali kritis mengritik pemerintahan Jokowi-JK adalah salah satu pihak yang bereaksi. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini bahkan mengatakan, kesalahan penulisan kepanjangan BIN tersebut kembali menambah bukti jika Presiden Jokowi mengelola negara seperti memimpin Warung Kopi alias Warkop.

“Jangan dianggap enteng, berarti ada yang salah dengan sistem perencanaan, mekanisme dan sebagainya di dalam pemerintahan. Ini semakin menunjukkan dikelola seperti warung kopi (warkop),” kata Fadli di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7).

Dia bahkan membandingkan pemerintahan Jokowi dengan era pemerintahan sebelumnya hingga Orde Baru. Menurutnya, mulai masa Orde Baru tak pernah muncul kesalahan berulang dan fatal dari orang-orang Istana negara yang dekat dengan Presiden.

Meski Fadli mengakui hal tersebut merupakan kesalahan kecil, akan tetapi membahayakan bila dibuat oleh lembaga tinggi negara.

“Saya kira kita tidak ingin membesar-besarkan tapi juga kita tidak ingin mengabaikan ini karena ini menyangkut masalah lembaga negara dan institusi yang sangat penting di republik ini, Setneg,” katanya.

Dia menilai, kesalahan penulisan itu menunjukkan tidak ada proses cek and recheck di Setneg. Meskipun sudah direvisi akan tetapi kinerja Setneg sudah terlanjur dianggap buruk.

“Saya kira harus ada suatu evaluasi, suatu peninjauan terhadap hal-hal semacam ini. Kalau tidak akan terus berulang,” katanya.

Kritikan keras Fadli Zon terhadap pemerintahan Jokowi-JK sesungguhnya tak cuma kali ini saja terjadi. Bahkan, kritik Fadli, Presiden Jokowi memimpin negara seperti mengurus Warung Kopi (Warkop) juga pernah diungkapkan sebelumnya.

Saat itu, Fadli membandingkan harga kebutuhan rumah tangga sebelum Jokowi menjabat hingga lebih enam bulan Jokowi menjadi presiden. Menurut dia, harga bahan pokok melonjak naik, seperti beras, gas elpiji, listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

“Reshuffle kabinet hanya mempertinggi tempat jatuh kalau kelola negara masih seperti warung kopi. #pemerintahanwarkop,” tulis Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon, Senin (29/6).

Fadli mengatakan, dalam mengurus warung kopi tidak perlu ada rencana yang matang. Hanya cukup melihat dan mengeluarkan kebijakan saat itu pula.

“Pencitraan dengan bagi kartu, kaos atau buku hanya buying time. Masalah ekonomi dan kesejahteraan sesungguhnya terabaikan. #pemerintahanwarkop,” tambah Fadli.

Tak cuma itu, Fadli juga menagih segudang janji Jokowi saat kampanye dulu. Menurut dia, banyak janji yang sama sekali tidak bisa dipenuhi sampai sekarang.

“Janji-janji yang begitu banyak belum kelihatan. Katanya mau bangun 50.000 puskesmas dalam 5 tahun. Belum satupun sekarang. Sekadar contoh. #pemerintahanwarkop,” tutur dia.

“Contoh lain akan buy back Indosat. Kapan dan bagaimana rencananya. Masih dalam mimpi. #pemerintahanwarkop,” imbuhnya.

Begitu juga dengan janji Pertamina yang ingin mengalahkan Petronas. Fadli menilai, boro-boro mengalahkan Petronas, malah Pertamina semakin tertinggal jauh.

“Pemerintah akan jadikan Pertamina kalahkan Petronas. Belum ada tanda-tanda. Makin jauh tertinggal malah. #pemerintahanwarkop,” pungkasnya.(Sumber : Merdeka.com)