KPU Lampung Sudah Mencoklit Data Pemilih 50 Persen

0
365

Bandar Lampung, buanainformasi.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung telah mendata 3.341.122 orang di 15 Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung pada 27 Juni 2018 mendatang. Jumlah tersebut mendekati 50 persen dari data pemilih.

Komisioner KPU Provinsi Lampung Divisi Pemutakhiran Data Pemilih, Handi Mulyaningsih mengatakan rekap laporan hasil coklit tahap pertama, dari 6.272.300 orang jumlah pemilih sesuai A.KWK sudah 3.341.122 orang yang terdata.

Handi mengatakan dari proses coklit secara keseluruhan itu dimulai tanggal 20 Januari sampai 18 Februari 2018. Untuk tahapan coklit pertama yang dilakukan banyak persoalan yang ditemukan yakni pemilih yang pindah domisili, pemilih tidak punya KTP elektronik.

“Dari laporan coklit tahap pertama yang belum ber KTP elektronik dan tidak mempunyai surat keterangan dari Disdukcapil sebanyak 92.915 orang,” jelas Handi saat rapat kerja pemutakhiran data pemilih bersama KPU 15 Kabupaten/Kota se-Lampung di Hotel Emersia,Bandarlampung, Jumat (9/2) siang.

Menurutnya, untuk didaerah yang mengalami pemekaran wilayah, pihaknya akan melakukan penataan tempat pemungutan suara (TPS). Kemudian juga didaerah perbatasan dan daerah register pihaknya tetap memfasilitasi hak pilih masyarakat.

 

“Yang masih bermasalah itu di Kawasan Register Moro – Moro Mesuji. Nanti dia akan ketahuan masuk DPT mana, sesuai dengan KTP Elektronik nya. Karena tidak asal memasukan DPT, tapi disesuaikan dengan wilayahnya, masuk di kecamatan mana, sesuai dengan di E KTP, karena basis pencoklitan adalah KTP elektronik dan surat keterangan (suket) dari disdukcapil. Karena hak politik harus difasilitasi pada saat pencoblosan,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya sudah melakukan pendataan untuk masyarakat yang ada di lapas. Ia menginstruksikan kepada 15 KPU Kabupaten/Kota yang daerahnya memiliki lapas harus meminta data kepada Kepala Lapas mengenai jumlah warga binaan yang masih tinggal dilapas sampai tanggal pencoblosan 27 Juni 2018.

“Dilapas ini unik, warga binaan yang dilapas sebagian besar pemilih pindahan dan dari mana-mana asalnya. Kita juga pingin warga binaan mendapat hak politiknya dan bisa menyalurkan hak pilihnya,” ungkap Handi.

Menariknya, saat panitia pemungutan suara (PPS) di Pahawang Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, saat menjalankan tugas kena seruduk kerbau warga yang berkeliaran di malam hari.

“PPS di Pahawang ini mereka lakukan coklit pada malam hari, sementara binatang ternak disana tidak diikat, kalau malam. Nah PPS ini lewat mungkin kerbau masyarakat itu kaget, dan dia diseruduk, sehingga pendarahan dan harus di operasi,” ungkap Yatin Putro Sugino Komisioner KPU Pesawaran divisi pemutakhiran data.(*)